Polisi akan Menindak Netizen yang Menyebarkan SARA, Fitnah dan Kebencian di Medsos

ilustrasi

ilustrasi

GLOBALINDO.CO, KENDARI – Kepolisian Republik Indonesia tak bosan-bosannya selalu mengingatkan pada masyarakat  agar tidak menyalahgunakan media sosial (medsos) untuk menghujat atau memprovokasi.

“Dari kepolisian dengan tegas jika menemukan hal itu maka akan ditelusuri untuk penegakan hukum,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Agus Rianto di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa.

Agus juga menekankan agar masyarakat yang memiliki media ataupun jejaring sosial harus menyikapi dan memanfaatkan teknologi itu secara tepat.

Menurut dia, dalam waktu dekat telah memasuki pelaksanaan tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, di mana medsos akan rentan digunakan sebagai sarana untuk menghina atau menghujat pasangan calon kepala daerah.

“Sekarang musim mulai pilkada jangan gunakan media sosial untuk berkampanye hitam yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegas polisi jenderal bintang satu ini.

Agus mengatakan bahwa pilkada tersebut untuk mencari pemimpin, jika masyarakat tidak setuju dengan pendapat atau sosok pasangan calon maka tak perlu harus memilih, akan tetapi jangan menghina melalui medsos.

Selain pilkada, Agus juga mengingatkan masyarakat tidak menyebarkan informasi yang salah terkait kegiatan radikalisme, isu sara maupun Fitnah dan Kebencian.

Agus menegaskan seluruh kepolisian daerah (polda) membentuk tim khusus untuk patroli siber terhadap keberadaan situs maupun medsos yang menginformasikan kegiatan radikal.

Polisi akan menindak tegas pelaku yang menyebarkan kegiatan radikal termasuk menghasut dan mengajak masyarakat lain. (tmp/nh)