Polisi Gagalkan Penyelundupan 6,4 Kilo Sabu dan Puluhan Ribu Butir Ekstasi dari Malaysia

oleh

polda kalbar gagalkan narkobaGLOBALINDO.CO, PONTIANAK – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu sebanyak 6,4 kilogram dan 39.730 pil ekstasi jenis happy five di perbatasan Aruk, Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas.

Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Musyafak mengungkapkan, penangkapan tersebut berawal dari informasi yang diperoleh Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Sajingan, Minggu (27/6/2016) sekira pukul 23.00 WIB.

Informasi itu menyebutkan adanya orang yang menawarkan jika ada yang mau menyeberangkan mobil di perbatasan akan diberi bayaran uang sebesar Rp 50 juta. Mobil itu harus dibawa dari daerah Biawak (Malaysia) dan dibawa masuk menuju perbatasan Aruk, Sajingan.

Informasi itu langsung dikelola kepolisian yang kemudian bekerjasama dengan informan untuk menerima tawaran tersebut. Selanjutnya, Senin (27/6/2016) sekira pukul 07.00 WIB, informan membawa mobil milik tersangka menyeberang perbatasan. Sekira pukul 08.30 WIB, mobil diserahkan kepada tersangka dan polisi kemudian langsung melakukan penyergapan dan penggeledahan.

“Dari hasil penyergapan, polisi menemukan serbuk kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu sebanyak 6,4 kilogram yang terbungkus dalam enam kemasan kantong plastik,” kata Musyafak, Rabu (29/6/2016).

Selain sabu, polisi juga menemukan 39.730 butir pil ekstasi jenis Happy Five yang terbungkus dalam kemasan plastik berwarna merah.

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi mengamankan Ruston Nawawi (36) dan Deni Nurdiansyah (32) dan ditetapkan sebagai tersangka.

Musyafak menambahkan, kedua tersangka yang diamankan tersebut merupakan warga Pontianak. Tersangka Ruston berperan sebagai sopir yang membawa barang bukti narkoba tersebut dari wilayah Malaysia ke Indonesia melalui perbatasan Aruk, sedangkan Deni merupakan rekan yang juga ditugaskan oleh bandar untuk membawa barang tersebut.

“Mereka berdua masuk ke Malaysia melalui perbatasan Entikong pada hari Sabtu (26/6/2016) menggunakan mobil dan kembali ke Indonesia melalui perbatasan Aruk,” ucap Musyafak.

Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan penyelidikan terkait kasus tersebut untuk mengungkap bandar utama yang memasok narkoba tersebut dari Malaysia masuk ke Indonesia. Kedua tersangka terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *