Polisi Sita Rumah Milik Tersangka Pungli Kemenhub Senilai Rp 5 M

Polisi menyegel rumah  di Bogor, milik MS, pejabat Kemenhub yang menjadi tersangka pungli.

Polisi menyegel rumah di Bogor, milik MS, pejabat Kemenhub yang menjadi tersangka pungli.

GLOBALINDO.CO, BOGOR – Penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menyita rumah milik MS, Kepala seksi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal Kemenhub yang menjadi tersangka kasus pungutan lia (pungli).

Rumah MS yang disita terletak di Vimala Hills Jl Kinabalu Elok No 09 Sukamahi, Megamendung, Bogor.

“Penyitaan ini sebagai barang bukti tindak pidana korupsi dan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang),” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Fadil Imran ketika dikonfirmasi, Jumat (11/11).

Penyitaan dilakukan setelah polisi mendapatkan Surat Penetapan Penyitaan dari Pengadilan Negeri Klas 1B Cibinong bernomor: 1217/Pen.Pid/2016/PN Cbi, tanggal 8 November 2016.

“Tim penyidik  telah melakukan penyegelan fisik rumah dengan memasang plang atau banner penyitaan berikut dokumen pembayaran pembelian rumah dari tersangka MS sebagai barang bukti tindak pidana korupsi dan TPPU,” kata Fadil.

Sementara itu, Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Ferdy Irawan mengatakan, rumah tersangka MS yang disita itu ditaksir bernilai Rp 5 miliar.

”Rumah itu dibeli tersangka sejak tahun 2014,” ucap Ferdy.

Ferdy mengungkapkan, penyidik masih terus menelusuri aset-aset lainnya milik tersangka MS yang diduga merupakan hasil pencucian uang dari tindak pidana korupsi yang dilakukannya.

“Sejauh ini baru rumah itu saja yang kami sita, tetapi masih akan kami telusuri lagi untuk aset-aset lainnya,” katanya.

Sebelumnya, tim gabungan dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait pungutan liar yang dilakukan oleh tiga oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Selasa 11 Oktober 2016. Adapun tiga oknum PNS yang ditangkap adalah tersangka ES, yang merupakan ahli ukur Dit Pengukuran, Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal Kemenhub, MS sabagai Kepala Seksi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal Kemenhub, dan AR bekerja sebagai petugas pelayanan loket.

Adapun Pasal yang dilanggar yaitu pasal 5 ayat (1) huruf a dan b, pasal 5 ayat (2), dan atau pasal 11 dan atau pasal 12 huruf a dan b dan atau pasal 13 UU RI No.20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (vin/gbi)