Politisi Hanura Dicecar 14 Pertanyaan Soal Reklamasi

Anggota DPRD DKI dari Fraksi Hanura, Muhammad 'Ongen' Sangaji usai menjalani pemeriksaan selama enam jam di KPK, Selasa (7/6). Ongen diperiksa soal kasus suap proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Anggota DPRD DKI dari Fraksi Hanura, Muhammad ‘Ongen’ Sangaji usai menjalani pemeriksaan selama enam jam di KPK, Selasa (7/6). Ongen diperiksa soal kasus suap proyek reklamasi Teluk Jakarta.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad ‘Ongen’ Sangaji. Dalam pemeriksaan itu, politisi Partai Hanura ini dicecar 14 pertanyaan ihwal proyek reklamasi Teluk Jakarta yang beraroma suap.

Ongen menjalani pemeriksaan selama enam jam. Usai diperiksa, ia mengakui ada 14 pertanyaan yang ditanyakan penyidik KPK kepadanya.

“Sekitar 14 pertanyaan,” ujar Ongen di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (7/6).

Pertanyaan yang diajukan penyidik, kata Ongen, berfokus kepada tugas dan peran dirinya dan para anggota di Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI lain. Terutama dalam membahas raperda reklamasi.

“‎Lebih pada soal pembahasan di Balegda saja. Soal tugas saya saja di Balegda. Siapa-siapa yang hadir, siapa-siapa saja yang berperan di Balegda,” politikus Partai Hanura itu‎.

Sekadar informasi, KPK menetapkan 3 orang sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RWZP3K) Provinsi Jakarta dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

Mereka adalah mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi, Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja, dan Personal Assistant PT APL Trinanda Prihantoro. (lpn/gbi)