Polrestabes Gelar Apel Operasi Ramadnya

No comment 34 views

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol M. Iqbal saat memeriksa langsung kesiapan personil yang akan bertugas dalam Operasi Ramadnya Semeru 2017.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Polrestabes Surabaya akan meningkatkan keamanan selama bulan ramadhan lewat paduan Operasi Surabaya Tertib Ramadhan (Sutera) dengan Operasi Ramadnya Semeru 2017.

Kepastian itu disampaikan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Muhammad Iqbal usai gelar apel gerakan pasukan dengan sandi “Operasi Ramadnya Semeru” 2017 di Halaman Taman Surya, Senin (19/6/2017).

Menurut M Iqbal, Polrestabes telah mendirikan 23 pos pengamanan dan 4 pos pelayanan di seluruh kota Surabaya. nantinya TNI, Polri bersama jajaran perangkat daerah dan seluruh stakeholder lainnya terjun untuk memberikan pelayanan dan menolong masyarakat.

“Gelar apel ini untuk mengingatkan dan memotivasi mereka agar sampai H+7 ramadhan semakin giat menjaga keamanan,” ujar M Iqbal.

Menurut data yang ada, mendekati hari raya gangguan keamanan khususnya kejahatan jalanan dan curat rumah kosong kemungkinan akan meningkat. Maka dari itu, dilaksanakannya apel pagi untuk mentrigger TNI dan Polisi agar mengoptimalisasi kinerjanya dengan menunjukkan simbol-simbol negara di tengah masyarakat.

“Setidaknya dengan kehadiran kami di setiap sudut kota surabaya, pelaku mengurungkan niatnya untuk melakukan kejahatan kepada masyarakat,” tegas pria asal Palembang tersebut.

Iqbal mengungkapkan, akan menerjunkan hampir 7000-8000 personil untuk bahu membahu melaksanakan tugas operasi kemanusiaan ini. Namun, total personil yang disebutkan itu, tidak semuanya terlibat dalam operasi ini. Sebab, dalam struktur operasi hanya 673 personil yang melakukan pengamanan ini.

“Tidak hanya personil, seluruh jajaran baik walikota, TNI, Korem, Dandim, Polri dan seluruh stakeholder semuanya turun untuk mensupport operasi ramadnya semeru 2017,” ujar Iqbal.

Ditanya soal titik-titik rawan yang ada di surabaya, Iqbal enggan menyebutkan. Dirinya memastikan bahwa jajarannya akan melakukan pengamanan di seluruh tempat mulai dari dari pusat perekonomian dan perbelanjaan, SPBU, bank, tempat pegadaian, melakukan pengawasan di terminal, meyakinkan terminal aman, dan memperlancar arus lalu lintas.

“Sejak seminggu lalu, saya bersama jajaran TNI dan Korem sudah mensetting untuk melakukan loating personil. Artinya, pekerjaan staff di kantor diperkecil jumlahnya sebesar 15%, sisanya, 85% kekuatan Polri, TNI dan Pemkot terjun ke lapangan,” ujar Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1991 tersebut. (bmb/gbi)