Polri Bongkar Sindikat Penyelundupan Manusia di ASEAN

human-trafficing-manusia-penjualanGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berhasil membongkar sindikat penyelundupan manusia di ASEAN. Keberhasilan ini merupakan bentuk kerja sama antara Polri dengan jajaran kepolisian di Malaysia dan Australia.

Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol Anang Iskandar dalam siaran persnya, Rabu (11/5/2016), mengatakan, jaringan ini beroperasi di Indoensia dan Malaysia. Polisi telah mengidentifikasi orang yang menjadi pimpinan sindikat ini.

“Mereka beroperasi antara Indonesia dan Malaysia serta sebaliknya. S adalah inisial dari salah satu pucuk pimpinan sindikat ini,” kata Komjen Pol Anang Iskandar.

Menurut Anang, lahirnya kerja sama ketiga negara karena ketegangan yang kerap terjadi. Melalui kerja sama, diharapkan bisa menemukan solusi untuk menangani kejahatan penyelundupan manusia.

Anang yakin, peningkatan kerja sama ini dapat menggagalkan lebih banyak lagi tindak pidana penyelundupan manusia di kawasan ASEAN.

Berdasarkan data yang diperoleh, imigran yang sudah berada di Indonesia saat ini berjumlah kurang lebih 13.829 orang. Setiap bulannya terus bertambah sekitar 200 orang.

Tak hanya itu, pertengahan Februari 2016 lalu, Polri menggagalkan usaha penyelundupan 71 warga negara Bangladesh dan tiga warga negara Iran dengan tujuan ke Malaysia.

“Diduga kegiatan tindak pidana penyelundupan manusia itu melibatkan jaringan S,” kata Anang.

Selama ini, kata Anang, kerja sama yang dijalin berupa pertukaran informasi yang disampaikan melalui forum musyawarah itu.

Melalui siaran pers yang sama, Asisten Komisioner Polisi Polis Diraja Malaysia, Asisten Komisioner Polisi Nik Abdul Aziz Bin Nik Abd Razak mengatakan, pihak Kerajaan Malaysia akan terus melakukan pertukaran informasi lebih mendalam dengan Indonesia dan Australia agar dapat meminimalisir kegiatan penyelundupan manusia.

“Pertukaran informasi lebih mendalam dengan Indonesia dan Australia terkait dengan persoalan ini, dapat dipastikan menjadikan persahabatan antar negara tetangga lebih erat lagi karena sama-sama menjaga keamanan dan kondisi yang kondusif di kawasan ASEAN,” kata Nik Abdul Aziz.

Perwira Penghubung Polisi Federal Australia, Andrew Perkins menyatakan, pihaknya berharap Indonesia dan Malaysia bisa mengajak negara-negara di kawasan ASEAN dan di luar kawasan untuk memecahkan masalah regional ini.

“Sebagai tetangga yang sudah terkoneksi satu sama lainnya, persoalan ini menjadi penting karena hanya dengan dialog dan kerjasama maka masalah ini bisa segera tuntas,” kata Andrew.(kcm/ziz)