Polri Ringkus 8 Orang Komplotan Teroris Penyerang Mapolda Riau

oleh
Polisi berusha mengevakuasi jasad pelakju penyerangan Mapolda Riau usai ditembak mati, Rabu (16/5).

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Tak butuh waktu lama bagi Detasemen Khusus (Densus 88) untuk meringkus komplotan empat orang teroris yang tewas saat menyerang Mapolda Riau, Rabu (16/5). Hari ini Polri telah menangkap total delapan orang yang diduga terkait kelompok penyerang mapolda dan tiga lainnya masih dalam pemeriksaan intenfif.

Delapan orang tersebut punya hubungan darah dengan terduga teroris pelaku penyerangan Mapolda Riau. Mereka ditangkap di enam lokasi di Kota Dumai, Riau.

Delapan orang ini berinisial HAR, NI, AS, SW, HD YEP , DS dan SY alias IJ. Di luar delapan orang yang memiliki hubungan darah, polisi juga masih mendalami keterangan dari tiga orang di antaranya yang diduga berkaitan dengan terduga teroris.

“Dari delapan orang ini ada kakak, adik kandung dan orang tua terduga teroris Riau. Serta beberapa saudara juga ada,” kata Yusri di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (17/5).

Polisi  telah melakukan penggerebekan di rumah dua terduga teroris pelaku penyerangan Mapolda Riau, pada Rabu (16/5). Polisi menggerebek rumah terduga teroris, Adi Sufian di Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Riau.

Lokasi penggerebekan kedua di rumah terduga teroris lainnya, Mursalim di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan Mursalim merupakan pemimpin serangan Mapolda Riau sekaligus amir atau pemimpin di kota Dumai, Riau. Yusri mengatakan pihak kepolisian mendalami apakah delapan orang ini juga terlibat dalam aksi penyerangan Mapolda Riau.

“Intinya ini masih didalami oleh tim Densus 88 terkait peran delapan orang, apakah ada keterlibatan delapan orang itu terhadap penyerangan Mapolda Riau,” jelas Yusri.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Syahardiantono menyebutkan Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti dari enam lokasi tersebut.

“Senapan angin 1 pucuk, kitab yang bertuliskan Fadhail Amal 1 buah, kitab Al-Hakam 1 buah, paku 1 plastik, VCD yang berjudul Umar bin Khattab 1 keping, KTP atas nama HM, pisau 2 buah, gulungan tembaga, dompet 1 buah dan beberapa buku tentang jihad dan ISIS,” terang Syahardiantono. (cni/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *