Polri Usut Aliran Pungli Izin Kapal di Kemenhub

Foto: Rivan Awal Lingga/Antara.

Petugas kepolisian menunjukkan barnag bukti berupa uang dan dokumen yang disita saat operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar di Gedung Kementerian Perhubungan, Selasa (11/10) lalu.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Tim penyidik Mabes Polri menelusuri aliran dana setoran pungutan liar perizinan kapal yang dibongkar dalam operasi tangkap tangan di Kementerian Perhubungan, Selasa (11/10) lalu. Untuk tugas ini, Polri akan bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan perbankan.

“Semua yang berkaitan dengan uang, rekening, dan tabungan akan kami selidiki. Akan disiapkan administrasi dan koordinasi dengan perbankan dan PPATK,” kata Juru Bicara Mabes Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar di Mabes Polri Kamis (13/10).

Selasa lalu, tim gabungan dari Markas Besar Polri dan Polda Metro Jaya menangkap enam orang dalam kasus suap pungutan liar dalam permohonan surat ukur permanen kapal di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah ahli ukur Direktorat Pengukuran Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal Kemenhub Endang Sudarmono, Kepala Seksi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal Kemenhub Meizy, dan pegawai negeri golongan 2D Abdu Rasyid.

Hingga kini, kata Boy, penyidikan masih berlangsung. Proses akan memerlukan waktu karena mengikuti prosedur administrasi dan berkas acara. Tidak menutup kemungkinan ada dugaan tindak pidana pencucian uang dalam kasus ini.

Polisi sudah memeriksa sepuluh orang dalam kasus ini. Mereka adalah petugas lapangan, perwakilan perusahaan, biro jasa, dan juga masyarakat.

Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan baru tujuh orang yang menjadi saksi.  Empat saksi lainnya adalah pegawai negeri sipil dan satu lagi dari pihak swasta.

“Tiga dari saksi itu sudah jadi tersangka,” kata Awi.

Barang bukti yang penting ditelusuri, kata Awi, adalah enam bukti buku tabungan dengan nilai total Rp1 miliar. “Kami menduga buku tabungan ini adalah tempat penampungan dana setoran,” ujarnya. (tpi/gbi)