Potong Jeruji dan Jebol Atap, 3 Tahanan Lapas Tanjungpinang Kabur

oleh
Lapas Tanjungpinang.

GLOBALINDO.CO, BATAM – Tiga tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tanjungpinang kabur dengan cara memotong jeruji besi di sel isolasi dan merusak atap, Kamis (1/3/2018).

Kepala Lapas Kelas II A Tanjungpinang, Haswem Hasan membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kaburnya 3 tahanan ini diketahui pertama kali oleh petugas piket. Saat itu, petugas yang sedang patroli mendengar suara ribut tidak jauh dari sel isolasi.

“Awalnya ada tiga warga binaan yang hendak kabur, di antaranya Muhammad Efendi, Juhairi alias Kay, dan Kusni Pranata,” terang Haswen.

Ketiga tahanan yang kabur ini terjerat kasus tindak pidana asusila atau predator anak. Setelah berhasil memotong jeruji ruang tahan isolasi, ketiga tahanan ini kabur menaiki atap melalui pos penjagaan dan kemudian melompat ke belakang.

(Baca Juga: 12 Tahanan Kabur di Medan Usai Rusak Ventilasi Penjara)

“Saat itulah Kusni berhasil diamankan. Sedangkan Muhammad Efendi dan Juhairi berhasil kabur dengan melompati pagar belakang,” kata Haswen.

Saat ini, petugas Lapas Kelas II A Tanjungpinang masih mengejar 2 warga binaan itu.

“Kami perkirakan dua warga binaan ini kabur ke arah barat Lapas dan masuk ke perkebunan sawit,” ujar Haswen.

Selain menerjunkan sekitar 40 orang yang terdiri dari petugas yang dibantu masyarakat sekitar, pihak Lapas juga sudah berkoordinasi dengan Polres Bintan untuk melakukan pengejaran.

“Doakan saja, hari ini juga kami berhasil menangkap kembali kedua warga binaan ini,” ujarnya.

Haswem mengaku, Muhammad Efendi bin Herman yang merupakan warga binaan dengan kasus pasal 80 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak sebelumnya pernah kabur. Namun pelariannya tidak berlangsung lama, sebab keeasokan harinya berhasil diamankan.

“Kejadiannya sekitar tiga, empat bulan lalu kalau tidak salah saya, Efendi kabur bersama Rio yang hingga kini masih dalam pengejaran kami,” kata Haswen.

Efendi saat itu diamankan di sekitar Jalan kawal, Gunung Kijang, atau tidak jauh dari polsek.

“Kami kira Efendi sudah sadar, ternyata kembali berulah,” ungkap Haswen.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *