Prabowo Minta Dhani Tenang Hadapi Kasusnya, Saksi Batal Diperiksa Hari Ini

oleh
Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ahmad Dhani saat berada dalam satu panggung.
Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ahmad Dhani saat berada dalam satu panggung.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Musisi Ahmad Dhani rupanya cukup resah menghadapi kasus ujaran kebencian yang menjadikannya tersangka. Keresahan itu bisa dilihat dari kedatangan Dhani ke kediaman Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan mendapat petuah agar tetap tenang menghadapi kasus yang bisa menjebloskannya ke penjara.

Dalam pertemuan itu, Dhani mendapat banyak petuah dan cerita dari Prabowo. Mantan Danjen Kopassus ini menceritakan soal rekam jejak Ferry Juliantono. Ferry, kata Prabowo, pernah ditahan pada zaman orde baru, juga pada era Susilo Bambang Yudhoyono.

“Enggak apa-apa Bung Karno pernah dipenjara juga, putrinya pun juga,” kata Prabowo.

Pada dasarnya, Prabowo ingin menenangkan musisi yang baru bergabung ke Partai Gerindra itu agar tidak terlalu mencemaskan kasusnya. “Ahmad Dhani tenang saja,” ujar dia yang disambut oleh gelak tawa para hadirin.

Selang sehari, tim kuasa hukum Ahmad Dhani batal menghadirkan tiga saksi ahli kasus ujaran kebencian ini untuk dimintai keterangannya, Kamis (14/12). Tim kuasa hukum Dhani menilai, saksi ahli dari penyidik belum cukup menjelaskan kasus yang membelit salah satu pendiri band Dewa 19 tersebut.

Ketiga saksi yakni  ahli bahasa, ahli komunikasi, dan ahli pidana.

Ali Lubis, pengacara tersangka Ahmad Dhani, memastikan pemeriksaan para saksi yang seharusnya hari ini ditunda besok, Jumat, 15 Desember 2017. “(Saksi diperiksa) Sehabis salat Jumat besok pemeriksaannya,” ujarnya.

Menurut Ali, saksi yang diharapkan akan meringankan Ahmad Dhani itu ada kegiatan lain yang tak bisa ditunda sehingga tak bisa datang ke kantor Polres Jakarta Selatan hari ini. Tim pengacara baru dikabari pagi tadi oleh polisi mengenai pemindahan jadwal pemeriksaan.

Juru bicara Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Purwanta membenarkan saksi yang meringankan Ahmad Dhani direncanakan diperiksa hari ini, Kamis, 14 Desember 2017. Tapi, tak kunjung ada kabar dari penyidik tentang jadwal pemeriksaan.

“Belum ada kabar lagi dari penyidik,” kata Purwanta.

Ahmad Dhani dilaporkan pendiri Basuki Tjahaja Purnama (BTP) Network, Jack Lapian, pada Kamis, 9 Maret 2017. Laporan ini terkait dengan cuitan Dhani lewat akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST, yang dianggap menyebarkan kebencian menjelang pemilihan kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua. Dhani pun ditetapkan sebagai tersangka setelah kepolisian melakukan gelar perkara kasus ini pada 23 November 2017.

Polisi sudah melakukan gelar perkara pada 23 November lalu, untuk memperoleh bukti pelanggaran hukum atas dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Dhani. Pendiri Basuki Tjahaja Purnama (BTP) Network, Jack Lapian melaporkan Ahmad Dhani ke polisi pada Kamis, 9 Maret 2017.

Menurut Jack Lapian, beberapa kicauan Ahmad Dhani di Twitter yang menjadi barang bukti menunjukkan bahwa frasa “penista agama” ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Jack mencontohkan cuitan pada 7 Februari 2017. “Yang menistakan agama si Ahok…yang diadili KH. Ma’ruf Amin… -ADP.”

Setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, polisi juga menggeledah rumah Ahmad Dhani dan menemukan sim card ponsel yang diduga digunakan untuk menyebarkan status di akun media sosialnya.Penggeledahan rumah dilakukan untuk mengembangkan pemeriksaan setelah Ahmad Dhani ditetapkan menjadi tersangka. (tp/nad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *