Prabowo Sindir Bantuan untuk Rohingya Hanya Pencitraan Jokowi, Ini Jawaban Pemerintah

Momen pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Baru-baru ini, rival politik Jokowi di Pilpres 2014 itu mengkritik bantuan pemerintah untuk pengungsi Rohingya hanya untuk pencitraan presiden.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Pemerintah balik menyindir Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan ormas afiliasinya, Front Pembela Islam (FPI) terkaiit bantuan kemanusiaan untuk muslim Rohingya di Myanmar. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mempersilahkan publik untuk menilai dan menanyakan langsung ke pemerintah Myanmar soal pihak mana yang sejatinya hanya memberi angin surga untuk etnis Rohingya.

“Tanya ke Pemerintah Myanmar saja, yang pencitraan siapa?” kata Tjahjo saat menghadiri ulang tahun ke-7 Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) di kantor BNPP, Jakarta, Minggu (17/9).

Sindiran Tjahjo ini menanggapi kritikan Prabowo sebelumnya yang menyebut bantuan dari pemerintah Indonesia untuk muslim Rohingya di Myanmar hanya untuk pencitraan Presiden Joko Widodo.

Tahjo mengatakan, bantuan Pemerintah Indonesia kepada pengungsi Rohingya adalah langkah konkret yang sudah diwujudkan melalui jalur diplomasi maupun pengiriman logistik. . Pemerintah RI mengirim 34 ton bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Rohingya di perbatasan Myanmar-Bangladesh pada pada Rabu (13/9).

“Pak Jokowi ya kerja action, ada buktinya,” cetus mantan Sekjen PDI Perjuangan itu.

Sebelum itu, pemerintah juga mengupayakan jalur diplomatik untuk membujuk Myanmar agar menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Senin (4/9) telah menyerahkan usulan Formula 4+1 untuk Rakhine State kepada konsulat negara Myanmar dalam misi diplomasi di Nay Pyi Taw, Myanmar.

Jauh sebelum itu, yakni pada 2016, Pemerintah RI juga mengirimkan sekitar 10 kontainer paket bantuan untuk warga Rohingya yang berada di Rakhine State, Myanmar. “Pak Jokowi ada buktinya kok, mengirim diplomasi dengan mengirim satu-satunya Menlu yang diterima oleh Pemerintah Myamar di sana,” kata Tjahjo.

Sebelumnya, Prabowo menganggap bantuan kemanusiaan yang diberikan Indonesia untuk warga etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar adalah bentuk pencitraan Presiden Joko Widodo.

“Kalaupun kita sekarang kirim bantuan menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang. Jadi saudara-saudara di sini saya harus kasih tahu supaya tidak emosional,” kata Prabowo di Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Sabtu (16/9).

Padahal, menurut Prabowo, langkah yang bisa dilakukan Pemerintah Indonesia untuk membantu Rohingya adalah dengan menjadikan Indonesia sebagai negara yang disegani di dunia.

“Percaya sama saya, kalau kita kuat, kaum Rohingya kita bantu, kita beresin. Kita harus kuat untuk bantu orang lemah, tidak bisa lemah bantu lemah, miskin bantu miskin,” katanya. (kc/bmb)