Prabowo Tegaskan Ramalan Indonesia Bubar Berdasar Kajian Ahli Luar Negeri

oleh
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terus mempropagandakan ramalannya tentang ancmaan bubarnya Indonesia di tahun 2030. Karena menuai pro kontra, Prabowo menegaskan prediksinya itu berdasar tidak asal bunyi, tetapi berdasar analisa ilmiah dari para ahli dan intelijen dunia.

“Ada tulisan dari luar negeri. Banyak pembicaraan seperti itu di luar negeri,” kata Prabowo kepada wartawan, setelah menjadi pembicara kunci dalam acara ‘Wadah Global Gathering’ di Jakarta, Kamis (22/3).

Ramalan terancam bubarnya Indonesia di tahun 2030 sebelumnya disampaikan Prabowo dalam sebuah pidato. Potongan video pidato Prabowo tersebut diunggah akun Facebook dan Twitter resmi Partai Gerindra dan menjadi viral di dunia maya.

“Saudara-saudara! Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini. Tetapi, di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030,” kata Prabowo dalam video tersebut.

Menurut Prabowo, prediksi para ahli itu ditulis dalam bentuk scenario writing. Artinya, kata Prabwo, bentuknya mungkin novel, tetapi ditulis oleh ahli-ahli intelijen strategis.

You buka dong. You buka, baca, belum kan?” ujar capres 2014 ini.

Mantan danjen Kopassus itu mengaku, tujuannya menyampaikan kajian para ahli intelijen luar negeri itu agar semua pihak waspada, tidak menganggap enteng persoalan-persoalan. Sebab, menurutnya, dari awal lahirnya Indonesia, banyak yang iri dengan kekayaan alam Indonesia.

“Anda belajar sejarah kan? Anda tahu sejarah? Anda tahu kita pernah dijajah oleh Belanda? Anda tahu bahwa kita banyak yang mati? Mereka datang ke sini jajah kita loh, karena kita kaya. Setelah perang kemerdekaan tetap Indonesia mau dipecah, dari dulu, selalu, selalu,” ujar Prabowo.

Keadaan seperti itu ternyata masih berlangsung dalam bentuk berbeda. Prabowo mengatakan, sampai sekarang masih ada tulisan yang menyatakan Indonesia tidak akan ada lagi pada tahun 2030.

“Ini untuk kita waspada. Jangan kita anggap enteng. Kita jangan terlalu lugu. Bahwa banyak yang iri sama kita, banyak yang tidak punya sumber daya alam. Jadi, mereka ingin kaya dari kita,” kata mantan menantu Presiden kedua RI, Soeharto ini.

“Ini fenomena. Ya kalau enggak mau percaya sama saya, enggak mau dengar saya, ya enggak apa-apa. Kewajiban saya sebagai anak bangsa, saya harus bicara kalau melihat suatu bahaya,” imbuhnya.

Wacana yang dilontarakn Prabowo tadi langsung mendapat respon dari pihak Istana Kepresidenan. Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mengatakan, pernyataan Prabowo tersebut justru tak sesuai dengan kenyataan kondisi Indonesia saat ini yang makin membaik.

“Itu perlu ditanya juga kan harus ada kajian ilmiah, analisis. Anda kan sering baca juga analisis Indonesia oleh orang luar kan optimisme dibangun orang-orang luar atas perkembangan di Indonesia, oleh pakar-pakar ekonomi tingkat dunia loh ya,” kata Johan di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, kemarin.

Prabowo menjelaskan, saat ini peringkat kemudahan berinvestasi di Indonesia pun makin membaik dari tahun ke tahun. Hal ini menjadi salah satu parameter Indonesia menuju ke arah yang lebih baik.

“Kalau dari sisi ranking, misalnya, tingkat investasi di Indonesia meningkat, nomor dua kalau enggak salah setelah Filipina. Ini kan parameter menuju negara lebih baik kan, bukan sebaliknya,” katanya.

Karena itu, Johan pun mempertanyakan dasar dari kajian tersebut. Kendati demikian, ia menegaskan, pemerintah saat ini tengah berupaya untuk mewujudkan Indonesia emas pada 2045 nanti.

“Tapi yang pasti yang dilakukan pemerintahan Pak Jokowi-JK justru ingin menjadikan negara ini yang menempati posisi yang diperbincangkan di tingkat dunia, 2045 Indonesia emas. Justru itu upaya-upaya itu menuju ke sana,” ujar Johan. (ant/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *