Prahara Hanura: Kubu OSO Siap Jegal Kubu Daryatmo di Kemenkum HAM

oleh
Sarifuddin Sudding saat bersama OSO dan Wiranto.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Merasa diperlakukan tidak hormat dan sewenang-wenang sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Hanura yang sah, Oesman Sapta Odang (OSO) telah menyiapkan langkah perlawanan. Salah satunya dengan menjegal kubu Daryatmo untuk bisa mendapatkan legalitas di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM).

Sekjen Partai Hanura kubu OSO, Herry Lontung menegaskan, sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai, hanya ketua umum lah yang berhak menyelenggarakan Munaslub.

“Kalau mau mengganti ketua umum, harusnya sesuai mekanisme yang benar dong,” kata Herry, Kamis (18/1/2018).

Herry kembali menegaskan jika saat ini pihaknya lah yang sudah mengantongi surat keputusan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

(Baca Juga: Partai Hanura Resmi Miliki 2 Ketum, OSO dan Daryatmo)

Menurut Herry, pengajuan kepengurusan baru diajukan Hanura kubu OSO pada Senin (15/1/2018) lalu. Pengajuan baru dilakukan karena ada perubahan sejumlah posisi di tubuh DPP Hanura.

Misalnya jabatan sekjen semula diisi oleh Syarifudin Sudding. Namun OSO memecat Sudding karena alasan disiplin organisasi dan menunjuk Herry sebagai sekjen baru.

Akhirnya, pada Rabu (17/1/2018) Menkumham Yasonna Laoly pun menerbitkan SK baru yang mengesahkan kepengurusan OSO-Herry.

“Kita sudah punya SK Menkumham. Kubu sebelah saya yakin tidak tidak akan dikasih,” ucap Herry.

Herry juga membantah bahwa OSO menyelewengkan dana partai Rp 200 Miliar ke rekening pribadinya.

Ia menilai tudingan tersebut hanya alasan yang dibuat-buat oleh kubu sebelah untuk memecat OSO.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *