Presiden Desak Novanto Taat Hukum

No comment 40 views

Setya Novanto yang terbaring di rumah sakit usai mengalami kecelakaan di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan. Tersangka kasus korupsi e-KTP itu kini dipindahkan ke RSCM.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Presiden Joko Widodo masih saja menyatakan sikap yang kurang tegas menanggapi proses hukum Ketua DPR Setya Novanto yang penuh drama. Di tengah heboh kecelakaan Novanto yang sarat kejanggalan, Presiden Jokowi hanya meminta tersangka kasus korupsi proyek e-KTP itu mengikuti proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi sesuai prosedur.

“Saya minta Pak Setya Novanto mengikuti proses hukum yang ada,” kata Presiden Joko Widodo seusai menghadiri sarasehan DPD di gedung Nusantara IV DPR Jakarta, Jumat (17/11).

Setya Novanto saat ini sedang menjalani  perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Ia sebelumnnya dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau usai kecelakaan lalu lintas di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, pada Kamis (16/11) malam. (Baca: Kecelakaan Novanto Janggal, Begini Reaksi Tak Percaya Netizen).

“Saya yakin proses hukum yang ada di negara kita ini terus berjalan dengan baik,” ujar Presiden.

Namun, Presiden menolak memberi komentar apakah perlu ada pergantian Ketua DPR pascapenetapan Novanto sebagai tersangka dugaan korupsi e-KTP. “Itu wilayah DPR,” kata Presiden singkat.

Sementara itu menurut pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, kliennya mengalami tabrakan ketika menuju salah satu stasiun televisi dan hendak ke KPK guna memberikan keterangan.

Sebelum dikabarkan mengalami kecelakaan, Novanto sempat menghilang sejak Rabu (15/11) malam. Kala itu, penyidik KPK mendatangi kediaman Novanto di kawasan Jakarta Selatan pada Rabu (15/11) malam guna membawa Ketua Umum Partai Golkar itu karena sudah beberapa kali mangir panggilan.

KPK juga sudah mengajukan nama Novanto lewat surat ke Mabes Polri yang ditembuskan ke Kapolri dan NCB Interpol untuk menjadikan Ketua Umum Partai Golkar itu masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO). (ant/nad)