Presiden Jokowi Masuk Urutan 13 Tokoh Islam Paling Berpengaruh di Dunia

tokoh-islam-paling-berpengaruh-di-duniaGLOBALINDO.CO, AMMAN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) masuk dalam urutan ke-13 sebagai tokoh Islam paling berpengaruh di Dunia. Jokowi mengalahkan posisi Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj (posisi 20) serta Din Syamsudin (peringkat 41).

Daftar 500 tokoh Islam paling berpengaruh di dunia ini dirilis oleh Pusat Studi Strategi Islam di Amman, Jordania untuk kedelapan kalinya.

Dalam daftar ini secara khusus dipilah 50 tokoh Islam teratas yang dianggap paling berpengaruh. Sementara sisanya dipecah ke dalam 15 kategori tanpa pemeringkatan.

Seperti halnya daftar tahun lalu, daftar 50 tokoh Islam yang paling berpengaruh juga didominasi para ulama dan kepala negara.

Situs resmi lembaga themuslim500.com menyebut, pengumuman nama-nama para tokoh ini dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh seorang Muslim terhadap komunitasnya.

Kriteria pengaruh dalam kajian ini adalah tokoh ini memiliki kekuasan (ideologi, budaya, finansial, politik dan lainnya) untuk membuat perubahan dan dampak signifikan untuk dunia Muslim.

Lembaga ini menekankan, dampak yang dimaksud bisa saja berupa dampak negatif atau positif tergantung dari sudut memandangnya.

Selain itu pemeringkatan bukan berarti lembaga ini mendukung seluruh pandangan para tokoh tersebut, kajian ini sekadar untuk mengetahui pengaruh tokoh-tokoh tersebut.

Di dalam daftar ini, peringkat pertama ditempati Profesor Dr Sheikh Ahmar Muhammad al-Tayeb, pemimpin Universitas Al-Azhar sekaligus imam besar masjid Al-Azhar, Kairo.

Di peringkat kedua dan ketiga, ditempati Raja Jordania Abdullah II dan Raja Salam bin Abdul Aziz al-Saud dari Arab Saudi.

Sedankan di peringkat keempat terdapat nama Ayatollah Hajj Sayyid Ali Khamenei, pemimpin spiritual Republik Islam Iran.

Dari Turki muncul dua nama dalam daftar 50 tokoh paling berpengaruh ini yaitu Presiden Recep Tayyip Erdogan dan musuh bebuyutannya Fethullah Gullen.

Tiga dari Indonesia

Jokowi
Indonesia sebagai negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia ternyata menyumbangkan tiga nama.

Presiden Jokowi menempati posisi ke-13 daftar tokoh Islam paling berpengaruh ini.

Dalam keterangan yang ditulis tentang Presiden Jokowi, lembaga ini menyebut dia sebagai seorang politisi sukses dan bersih. Lembaga ini juga menyebut Jokowi mengawali karier politiknya sebagai Wali Kota Solo.

Menurut lembaga ini, saat menjadi wali kota, Jokowi sangat dekat dengan konstituennya dan berhasil mempromosikan Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa.

Dia juga dinilai berhasil memperbaiki sistem transportasi, kesehatan dan hubungan bisnis dengan masyarakat.

Jokowi juga sukses mempertahankan citranya sebagai politisi bersih dengan menghindari korupsi dan nepotisme yang banyak dilakukan banyak pejabat lain.

Lembaga ini juga menyitir aksi “blusukan” yang kerap dilakukan Joko Widodo untuk mendengar langsung keluhan masyarakat. Meski aksi ini banyak dikritik tetapi sukses membuat Jokowi menjadi sosok pejabat yang dekat dengan rakyat.
Said Aqil Siradj
Di peringkat ke-20 muncul nama Ketua Nahdlatul Ulama (NU) KH Said Aqil Siradj, organisasi massa terbesar di Indonesia dengan ratusan cabang yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Dengan struktur kepimpinan yang solid di tingkat daerah hingga pusat, maka KH Aqil Siradj tak salah jika dianggap sangat berpengaruh dalam pergerakan Islam Sunni di Indonesia.

Hal yang membuat NU berbeda dengan organisasi Islam lainnya adalah basis organisasi ini yang kebanyakan adalah masyarakat pedesaan.

Selain itu, NU memosisikan diri sebagai organisasi Islam tradisional yang menekankan sektor pendidikan serta keterlibatan politik berbasis Islam.

Sosok Aqil Siradj sendiri adalah seorang tokoh yang memiliki latar belakan akademis mumpuni, terutama dalam hal ilmu tentang Islam dan sangat menjunjung tinggi pendidikan sebagai syarat utama pembangunan.

Dia mendirikan Said Aqil Center di Mesir, sebuah pusat studi yang fokus dalam pembicaraan dan diskusi soal Islam khususnya di Dunia Arab.

Din Syamsudin
Satu lagi nama tokoh Muslim Indonesia di daftar ini adalah Dr Din Syamsudin, pemimpin Muhammadiyah yang menduduki peringkat ke-41.

Selain menjadi pemimpin Muhammadiyah, Din juga memimpin MUI, anggota Kelompok Visi Strategis Rusia-Islam, Ketua Forum Perdamaian Dunia dan Presiden Dewan Hubungan Antar-agama.

Dia juga menjadi guru besar Ilmu Politik Islam di Universitas Islam Negeri Jakarta dan Ketua Pusat Dialog dan Kerja Sama Antar-peradaban.

Din Syamsudin juga dinilai aktif dalam dialog antar-agama dan antar-budaya. Baru-baru ini, Din kembali terpilih sebagai Presiden Konferensi Keagamaan untuk Perdamaian Asia (ACRP) untuk masa jabatan lima tahun.

Selain itu, Muhammadiyah juga aktif mencari solusi konflik di Thailand Selatan dan Filipina Selatan. Muhammadiyah juga merupakan anggota International Contact Group (ICG) dalam upaya perdamaian antara pemerintah Filipina dan pemberontak Moro.(kcm/ziz)