Presiden Seumur Hidup, Jinping Ikuti Jejak Dua Pemimpin Negara Ini

oleh
Presiden China, Xi Jinping akan menduduki jabatannya seumur hidup.

GLOBALINDO.CO, BEIJING – Pemimpin China, Xi Jinping bakal menjadi presiden pertama di negeri Tirai Bambu yang menduduki tahtanya seumur hidup. Sebelum Jinping, beberapa negara di Asia pernah dipimpin penguasa seumur hidup. Siapa saja mereka?

Kepastian Jinping menjadi penguasa seumur hidup diperoleh setelah Kongres Rakyat Nasional China atau parlemen China kemarin memutuskan mengubah aturan konstitusi tentang periode jabatan presiden. Akhir bulan lalu Komite Sentral Partai Komunis China mengusulkan penghapusan masa jabatan presiden dan wakil presiden yang selama ini hanya dua periode sesuai konstitusi.

Laman Channel News Asia melaporkan, Minggu (11/3), sebanyak 2.958 anggota parlemen menyatakan setuju menghapus aturan periode jabatan presiden, dua anggota menolak, dan tiga abstain. Keputusan parlemen ini bisa memuluskan langkah Xi Jinping menjadi presiden China seumur hidup.

Selama ribuan tahun kekuasaan yang dipegang oleh satu orang biasanya berbentuk sistem kerajaan. Tapi di era modern sejumlah pemimpin dunia di negara yang tidak menganut sistem kerajaan juga ada yang berkuasa seumur hidup.

“Biasanya ada kecenderungan kebijakan dari penguasa semacam itu menjadi tidak menentu dan tidak bijak,” kata Erica Frantz, pengamat politik dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, seperti dilansir laman the Associated Press, Minggu (11/3).

Jinping bukanlah yang pertama  menjadi presiden seumur hidup. Republik Indonesia sempat mengangkat Soekarno sebagai Presiden seumur hidup melalui keputusan MPRS.

Bung Karno diangkat sebagai presiden seumur hidup pada sidang MPRS yang diselenggarakan pada 15-22 mei 2015, dalam Ketetapan MPRS Nomor III/MPRS/1963. Pengangkatan Bung Karno sebagai presiden seumur hidup dilakukan jelang lengser.

Soekarno menjabat Presiden dari 1945 hingga 1967. Dia bersama Moh Hatta, Soekarno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 1945.

Soekarno kemudian lengser dari kursi kekuasaan pada pada 20 Februari 1967 setelah menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan di Istana Merdeka, setelah sebelumnya pidato pertanggungjawaban mengenai sikapnya terhadap peristiwa G30S pada Sidang Umum ke-IV MPRS mendapat penolakan.

Pada masa hampir bersamaan dengan Soekarno, semenanjung Korea juga mengangkat presiden seumur hidup. Dia adalah Kim Il-Sung, pemimpin sekelompok kecil warga Korea yang menyerang pos-pos Jepang di Korea

Pemimpin lahir dari keluarga petani, di Mangyondae, Korea pada 15 April 1912 saat negaranya dijajah Jepang. Ia sempat melarikan diri dari Manchuria (China) ke Uni Soviet, dia pun menerima pelatihan militer di Uni Soviet pada tahun tahun 1941.

Empat tahun kemudian, pada tahun 1945, Kim kembali ke tanah airnya sebagai tentara Soviet. Soviet menugaskan dia untuk membentuk sistem pemerintahan sementara di wilayah Korea yang diduduki Soviet. Pada 1948, Kim menjadi perdana menteri pertama dari Republik Rakyat Demokratik Korea.

Dia sangat mendukung persatuan nasional dengan cara militer, rezim Kim mengobarkan perang gerilya melawan Korea Selatan. Kim dibantu oleh militer Soviet yang kuat.

Kim Il-Sung meninggal dunia pada usia 82 tahun, atau pada 8 Juli 1994. Hingga akhir hayatnya, Kim Il-Sung menjabat sebagai presiden.

Jabatan tersebut kemudian turun temurun dilimpahkan kepada keturunannya. Setelah Kim Il-Sung, jabatan presiden Korut dijabat oleh anaknya, Kim Jong-Il. Setelah Kim Jong-Il meninggal, posisi presiden Korut dijabat oleh Kim Jong-Un anak dari Kom Jong-Il. (med/gib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *