Presiden Suriah Tegaskan Operasi Militer di Ghouta Terus Berlanjut

oleh

 

GLOBALINDO.CO, DAMASKUS – Pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad telah merebut kembali seperempat wilayah Ghouta Timur menyusul serangan-serangan yang gencar dilakukan selama dua pekan terakhir.

Presiden Assad menegaskan bahwa pasukannya akan terus melakukan operasi militer untuk merebut kembali wilayah Ghouta Timur dari para pemberontak. Penegasan ini disampaikan Assad meskipun dunia internasional menyerukan penghentian pertumpahan darah di Ghouta Timur.

“Mayoritas warga di Ghouta Timur ingin lepas dari terorisme. Operasi harus berlanjut,” kata Assad kepada para wartawan dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah Suriah, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (5/3/2018).

Pekan lalu, Rusia yang merupakan pendukung kuat rezim Assad, mengumumkan “jeda kemanusiaan” selama lima jam per hari di Ghouta Timur. Tujuannya, agar pengiriman bantuan dan evakuasi medis bagi warga yang terluka bisa dilakukan. Meski serangan-serangan udara memang berkurang, namun pertempuran darat makin meningkat.

Dampak serangan rezim Suriah di Ghouta Timur

Assad menegaskan, warga sipil masih tetap punya kesempatan untuk pergi dari Ghouta Timur.

Hal ini disampaikan Assad setelah kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights melaporkan bahwa serangan-serangan udara rezim di Ghouta Timur telah menewaskan 34 warga sipil pada Minggu (4/3) waktu setempat. Korban tewas termasuk beberapa anak-anak.

Di hari yang sama, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan statemen yang mengutuk serangan-serangan rezim Assad selama dua pekan itu. PBB pun menuding Rusia mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata selama 30 hari di Suriah. (bbs/boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *