PSK Apartemen Kalibata Dipasarkan Lewat Aplikasi Beetalk

oleh
Aplikasi Beetalk yang dijadikan media untuk memasarkan para PSK di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Satu lagi praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City terbonngkar. Para pekerja seks komerisial dipasarkan lewat media sosial aplikasi beetalk.

Bisnis layanan sesksual ini dijalankan  di Tower Flamboyan lantai 21 Kamar AH. Dalam penggerebekan, Polda Metro Jaya menangkap satu terduga muncikari, dua agen marketing properti dan tiga pekerja seks komersial (PSK).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono memaparkan modus penjualan PSK di Apartemen Kalibata City. Tersangka muncikari berinisial SBR membuka penawaran dengan menuliskan OPEN BO atau Booking Out.

“Tersangka SBR membuka aplikasi Beetalk dan menawarkan dengan menulis OPEN BO/Booking Out atau menerima pesanan perempuan yang dapat memuaskan seksual,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/8).

Argo menjelaskan, bagi pria hidung belang yang berminat menggunakan jasa PSK mereka, komunikasinya diteruskan lewat pesan Whatsapp. SBR akan memberikan nomor Whatsapp, foto perempuan, dan penawaran harga.

Setelah cocok, pemesan harus membayar satu PSK berkisar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Selanjutnya, SBR akan bertemu pemesan alias tamu di Taman Tower Flamboyan. (Baca: Tarif Prostitusi Anak Apartemen Kalibata City Jakarta Rp 500 Ribu-Rp 1 Juta).

Setelah itu, SBR membawa pemesan ke Tower Flamboyan Lt. 21 Kamar AH Apartemen Kalibata City untuk bertemu PSK. ”Setelah tamu bertemu serta cocok dengan perempuan dan harganya, mereka melakukan persetubuhan atau hubungan suami istri,” ujar Argo.

Polisi menangkap tiga tersangka dalam kasus ini, yakni SBR alias Obay, dan dua agen marketing properti, TM alias Oncom dan RMV. Di kamar itu, polisi juga menciduk tiga PSK dan dua tamu yang baru selesai berhubungan intim. Tiga PSK itu berinisial G, K, dan N.

Kasus prostitusi ini teregristrasi dalam Laporan Polisi Nomor: LP/664/VIII/2018/PMJ/Ditreskrimum tanggal 03 Agustus 2018. Tersangka dikenakan Pasal 296 dan 506 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). (tp/adi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *