Pungli, Pejabat BPN Surabaya Dituntut 2 Tahun Bui

Terdakwa kasus pungutan liar (pungli) yang juga Staf Seksi Pengukuran BPN Surabaya II, Chalidah Nazar (48) menjalani sidang tuntutan di PN Surabaya, Selasa (27/11).

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak menuntut dua terdakwa kasus pungutan liar (pungli) di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya II hukuman pidana penjara dua tahun.

Kedua terdakwa yakni, Chalidah Nazar (48), Staf Seksi Pengukuran BPN Surabaya II dan Bayu Sasmito, seorang pegawai harian lepas (PHL) dinilai melakukan pungutan kepada pemohon sertifikasi tanah. Selain hukuman pidana, kedua terdakwa juga dituntut membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider kurungan 2 bulan penjara.

Jaksa menyatakan para terdakwa kasus pungli ini dianggap melanggar pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 20 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto Pasal 56 ayat (2) KUHP dan melanggar pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Juncto Pasal 56 ayat (2) KUHP.

“Keduanya dituntut 2 tahun penjara dan denda lima puluh juta rupiah serta denda lima puluh juta, subsider dua bulan kurungan,”terang Jaksa Chalidah K. Hapsari usai membacakan surat tuntutan terdakwa Bayu Sasmito.

Terdakwa Chalidah Nazar dan Bayu Sasmito langsung  mengajukan nota pembelaan yang dibacakan usai jaksa membacakan surat tuntutannya.

Seperti diketahui, kasus pungli di tubuh BPN Surabaya II ini diungkap tim Saber Pungli Polrestabes Surabaya. Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan uang Rp 8 juta di dalam laci meja kerja tersangka Chalidah Nazar.

Selain itu mereka juga menyita 3 lembar bukti setoran PNPB Bank Jatim dari pemohon, 12 berkas pemohon, dan buku tabungan Bank Jatim milik tersangka Bayu Sasmito. (ady)