Pungli Tanjung Perak Catut Dirut Petikemas

No comment 479 views
Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya Dothy (kiri) menghindari kejaran awak media saat keluar dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu (2/11).

Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya Dothy (kiri) menghindari kejaran awak media saat keluar dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu (2/11).

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kasus pungutan liar (pungli) di PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo III) kini menyeret Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Dothy. Satgas Saber Pungli telah memeriksa Dothy sebagai saksi untuk koleganya yang menjadi tersangka, Rahmat Satria (RS) dan Augosto Hutapea (AH), Rabu (2/110).

Dothy diperiksa  di Markas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dari pukul 12.00 WIB hingga Ppukul 18.00 WIB. Informasinya tim gabungan mengajukan puluhan pertanyaan kepada Dothy.

“Memang benar saat ini kami sedang meminta keterangan oleh Dirut TPS masalah pengembangan kasus pungli yang dilakukan tersangka RS dan AH,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Takdir Mattanete saat dikonfirmasi, Rabu (2/11).

Sayang Takdir tak mengungkapkan hal apa saja yang ditanyakan penyidik ke Dothy. “Pertanyaan tersebut meliputi kasus pungli yang dilakukan RS dan AH,” katanya.

Namun pihaknya memberi sinyal tengah membidik tersangka lain dalam kasus pungli yang ditaksir mencapai Rp 10 miliar ini. Menurutnya, penetapan tersangka tergantung dari hasil pengembangan penyidikan.

“Yah mungkin tidak menutup kemungkinan, masih ada tersangka lainnya untuk kasus ini,” ujarnya.

Untuk dua yang sudah ditetapkan yakni Direktur Operasional dan Pengembangan Bisnis Pelindo III, Rahmat Satria dan Direktur PT Akara Multi Jaya  Augosto Hutapea yang menjadi rekanan pelindo untuk mengelola dwelling time di Pelabuhan Tanjung Perak sudah dibawa ke Mabes Polri dan selanjutnya akan ditangani Bareskrim. (Baca: DirOps dan Bisnis Pelindo III Dibawa ke Mabes Polri).

PT AKM yang ada di bawah naungan PT Petikemas Surabaya berperan sebagai operator dwelling time yang menghimppunpungli dari perusahaan ekspedisi yang akan melabuhkan kontainernya di Pelabuhan Tanjung Perak. Adapun PT Petikemas Surabaya merupakan anak usaha PT Pelindo III. (son/gbi)