Puti Menimba Ilmu ke Risma

oleh


GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Calon Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno hari ini berkunjung ke kediaman Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Senin (21/1/2018). Kedatangan Puti untuk menimba ilmu secara langsung tentang tata kelola pemerintahan yang baik kepada orang nomor satu di kota pahlawan.

Ikut hadir dalam rombongan Puti, Sekretaris DPD PDI-P Jatim, Sri Untari, Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana serta sejumlah anggota fraksi PDI-P di DPRD Kota Surabaya.

Di hadapan Puti, Risma menerangkan sejumlah program unggulan milik Pemerintah Kota Surabaya. Salah satunya soal program pengentasan kemiskinan berupa pahlawan ekonomi.

Risma menjelaskan, program pahlawan ekonomi yang digagas Pemkot Surabaya terbukti mampu mendongkrak perekonomian warga. Saat ini sudah ada 8.656 Usaha Kecil Menengah (UKM) yang sudah bergabung di Surabaya Pahlawan Ekonomi.

“Mereka tidak hanya diajari membuat prodak. Tapi juga teknik memasarkan prodak yang telah dihasilkan,” ujar Risma.

Menurut Risma, di Pahlawan Ekonomi masyarakat Surabaya tidak hanya diajarkan pelatihan. Tetapi juga dibantu dalam pengurusan perijinan oleh Pemkot Surabaya secara gratis.

“Ada 1000 lebih izin hak paten yang kita ajukan ke pusat. Dan semua itu kita bantu secara gratis,” imbuhnya.

Begitu juga soal pembangunan Risma mengaku tidak pernah pandang bulu. Hal itu dibuktikan dengan pembangunan infrastruktur yang merata di Surabaya. Mulai jalan hingga keberadaan taman yang tersebar dimana-mana.

Khusus untuk pembangunan insfrastruktur, kota Surabaya selalu mengedepankan kepentingan masyarakat dalam melakukan pembangunan. Risma mencontohkan pembangunan Middle East Ring Road (MERR).

“Nantinya kita sambungkan sampai dengan tol yang berada di dekat Bandara Juanda,” tukas wali kota sarat prestasi ini.

Bukti lain keberpihakan Pemkot Surabaya terhadap masyarakat dalam menjalankan program pembangunan adalah Frontage Road (FR). Meski Jalan A.Yani merupakan jalan nasional, pemerintah kota tetap membangunnya dengan alokasi anggaran dari APBD Surabaya.

“FR itu jalan nasional. Dan lokasinya berada dekat dengan Kabupaten Sidoarjo. Tapi kita tetap membangunnya demi kepentingan bersama,” jelas Risma panjang lebar. (bmb/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *