Raja Salman Turun Tahta, Serahkan Kuasa Penuh Arab Saudi ke Pangeran Mohammed

Raja Salman dan Pangeran Mohammed dalam sebuah kesempatan.

GLOBALINDO.CO, RIYADH – Raja Salman secara resmi mengumumkan dirinya turun tahta dan memberikan kuasa kepada sang Pangeran Mohammed untuk mengatur Arab Saudi.

Sumber dekat keluarga kerajaan mengatakan kepada Daily Mail, pengumuman resmi bakal digelar pekan depan. Hal itu akan menjadikan Pangeran Mohammed bin Salman yang berusia 32 tahun benar-benar berkuasa.

Mohammed bin Salman yang juga dipanggil MBS mulai mengambil langkah meraih kekuasaan dengan memerintahkan penahanan 40 pangeran dan juga tokoh pemerintahan dengan tuduhan korupsi.

Raja Salman kemudian hanya akan menjadi pemimpin seremonial, sementara kepemimpinan resmi negara akan diserahkan kepada putra mahkota.

(Baca Juga: Heboh Penangkapan 11 Pangeran dan 4 Menteri Arab Saudi, Putra Mahkota Bangun Gerbong Kekuasaan Baru)

“Kecuali terjadi sesuatu yang luar biasa, Raja Salman akan mengumumkan penunjukkan Mohammed bin Salman sebagai Raja Arab Saudi pekan depan. Raja Salman selanjutnya hanya akan berperan seperti Ratu Inggris. Beliau hanya akan mempertahankan gelar Penjaga Dua Masjid Suci,” kata sumber itu kepada Daily Mail, Jumat (17/11/2017).

Setelah dinobatkan sebagai raja, Pangeran Mohammed disebut akan memfokuskan perhatiannya pada Iran, rival lama Arab Saudi di Timur Tengah. Tidak menutup kemungkinan akan ada langkah gerakan militer yang diambil.

Raja baru juga kemungkinan akan mendekati Israel untuk meminta bantuan menghancurkan militan Lebanon yang didukung Iran, Hizbullah.

“MBS meyakini bahwa dia harus memukul Iran dan Hizbullah. Meskipun hal itu bertentangan dengan nasihat para tetua keluarga kerajaan,” ujar sumber.

Raja Salman bin Adbulaziz Al Saud saat ini telah berusia 81 tahun. Menduduki takhta raja Arab Saudi sejak 23 Januari 2015, menggantikan saudara sekaligus raja sebelumnya Raja Abdullah yang meninggal dunia.(kcm/ziz)