Rakyat Thailand Histeris Melepas Sang Raja, Putra Mahkota Duduki Tahta

oleh
Ribuan rakyat Thailand turun ke jalan dengan tangisan histeris melepas kepergian Raja Bhumibol Adulyadej yang meninggal dunia, Kamis (13/10) di usia 87 tahun.
Ribuan rakyat Thailand turun ke jalan dengan tangisan histeris melepas kepergian Raja Bhumibol Adulyadej yang meninggal dunia, Kamis (13/10) di usia 87 tahun.
Duka Mendalam: Ribuan rakyat Thailand turun ke jalan dengan tangisan histeris melepas kepergian Raja Bhumibol Adulyadej yang meninggal dunia, Kamis (13/10) di usia 87 tahun.

GLOBALINDO.CO, BANGKOK –  Pemimpin pemerintahan monarki paling lama di dunia, Raja Thailand Bhumibol Adulyadej, meninggal dunia di usia 88 tahun, Kamis (13/10). Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn, 64, ditunjuk sebagai pengganti raja.

“Pada pukul 15:52 dia meninggal dengan damai di Rumah Sakit Siriraj,” kata Biro Rumah Tangga Istana dalam pernyataannya. Waktu Bangkok sama dengan waktu Indonesia barat.

“Meskipun tim dokter telah merawat Beliau dengan segenap kemampuan terbaik mereka, kondisinya tetap memburuk.”

Mangkatnya Adulyadej membuat masa depan Thailand semakin tak menentu. Sebab, mayoritas rakyat Thailand selama tidak mengenal kekuasaan monarki lain selain raja mereka, Adulyadej.

Oleh rakyat Thailand, raja yang berkuasa selama tujuh dekade itu  digambarkan sebagai “sinar pemandu” yang membantu negara itu melewati kekacauan politik, upaya kudeta, dan kerusuhan massal. Tak heran jika kematiannya membuat kelompok massa dalam jumlah besar di luar rumah sakit larut dalam suasana duka.

Meratap: Warga Thailand meratapi meninggalnya Raja Bhumibol Adulyadej.
Meratap: Warga Thailand meratapi meninggalnya Raja Bhumibol Adulyadej.

Sedangkan sang putra mahkota Maha Vajiralongkorn ditunjuk Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha  sebagai pengganti raja belum begitu dikenal rakyat Thailand. Pria berusia 64 tahun itu lebih sering tinggal di luar negeri, terutama Jerman, dan menekuni hobinya sebagai pilot dengan menerbangkan sendiri Boeing 737 miliknya.

PM Thailand Prayut Chan-O-Cha  mengatakan negaranya akan menggelar masa berkabung selama satu tahun dan semua usaha hiburan wajib mengurangi operasinya selama satu bulan. (bs/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.