Ramadhan Singgung Nama SBY di Sidang Penipuan Pilkada Medan

Wakil Sekjen Partai Demorkat Ramadhan Pohan membacakan nota pembelaan (pledoi) sebagai terdakwa kasus penipuan uang Rp 15,3 miliar untuk pencalonanya di Pilkada Medan tahun 2015.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan menyebtu nama sang ketua umum, Susilo Bambang Yudhoyono dalam sidang kasus penipuan uang dalam pencalonannya di Pilkada Medan. Presiden keenam RI itu disebut pernah menjanjikan akan menyuntik sejumlah dana  untuk keperluan pencalonan Ramadhan Pohan.

Janji SBY kepada kadernya yang kini menjadi terdakwa kasus penipuan itu disampaikan jaksa. Sayang, pernyataan JPU itu tidak disertai bukti kuat sehingga langsung disangkal Ramadhan Pohan.

“Terlalu tidak masuk akal kalau pak SBY mengurusi dana kampanye. Tidak ada bukti atau jejak digital juga soal hal itu.  Saya siap dilaknat jika apa yang dikatakan JPU, dan penggugat benar adanya dan berlaku sebaliknya,” kata Ramadhandalam nota pembelaaan (pledoi) sebagai terdakwa kasus penipuan senilai Rp 15,3 miliar di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (28/9).

Mantan calon Wali kota Medan periode 2015-2020 itu mengatakan soal cek baru diketahui setelah mendapat SMS dari Citra Panjaitan pada Februari 2016. Saat itu, diketahui cek diserahkan Citra ke Linda tanpa sepengetahuan Ramadhan.

“Saya baru tahu Linda ada buka rekening atas nama saya setelah Citra SMS ke saya. Setelah itu saya minta agar semua rekening saya diblock. Tapi sampai sekarang tidak diproses. Padahal harusnya ada surat kuasa saya untuk penyerahan buka cek saya ke Linda. Tidak ada surat kuasa itu,” jelasnya.

Anggota Komisi I DPR RI 2009-2014 itu juga menampik tuduhan melakukan penipuan sebesar Rp 15,3 miliar. Untuk membuktikan dirinya tidak bersalah, ia siap disumpah pocong.

Ramadhan menantang Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk melakukan sumpah pocong terhadap diri. Karena, dia yakin 100 persen tidak melakukan penipuan tersebut, yang diutarakan kepada dirinya.

“Saya dijebak yang mulia, saya tidak bersalah dan saya siap sumpah pocong dengan  mereka (JPU, Linda, dan RH Simanjuntak). Jika yang mereka katakan benar adanya, saya siap dilaknat Allah. Begitu juga sebaliknya,” ujarnya.

Dalam pembelaannya, Ramdhan mengklaim dirinya dijebak menjadi korban penipuan yang dilakukan Savita Linda Hora Panjaitan yang juga telah menjadi terdakwa dalam kasus ini.

Ramadhan  menyebutkan bahwa ia juga dijebak oleh korban  bernama Rotua Hotnida Boru Simanjuntak dan Citra Panjaitan yang tak lain tim suksesnya pada saat pemenangan Pilkada Medan 2015.

Ramadhan menyebutkan uang sebesar Rp 15,3 miliar yang diberikan korban, yakni Rotua Hotnida boru Simanjuntak dan Laurenz Henry Hamonangan bukan berupa pinjaman, melainkan diberikan secara suka rela kepada pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Medan yakni Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma pada Pilkada Medan 2015.

“Mereka sebut suka rela bantu saya saat di hotel. Mereka bilang mau bantu karena ingin membuat perubahan di Medan. Tapi saya tidak tahu berapa jumlah yang mereka bantu ke saya. Ada juga yang bantu saya seperti Pak Burhanuddin tapi tidak ada menuntut karena suka rela,” kata Ramadhan Pohan. (vin/nad)