Ratusan Buruh Kepung PT Krakatau Steel, Tolak PHK Sepihak

Ratusan buruh saat memblokade pintu masuk PT Krakatau Steel.

GLOBALINDO.CO, CILEGON – Ratusan buruh mengepung jalan utama kawasan industri PT Krakatau Steel (Persero), Rabu (15/11/2017). Para buruh menolak PHK sepihak yang dilakukan PT Krakatau Steel.

Jalan utama kawasan industri mulai diblokir sekira pukul 10.00-12.30 WIB. Akibatnya, puluhan truk barang yang hendak dikirim ke luar Banten dan mobil pribadi tak bergerak. Pemblokiran dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang terjadi di perusahaan plat merah tersebut.

Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Krakatau Steel (FSBKS) itu menggelar aksi solidaritas atas nasib kawan-kawannya yang terkena PHK oleh perusahaan mitra PT Krakatau Steel yakni PT CASM (Citra outsourchinh Sukses Mandiri) yang mempekerjakan beberapa buruh kontrak. Buruh kontrak yang di-PHK sepihak berjumlah 27 orang, mereka dipecat lantaran meminta kenaikan upah kepada perusahaan sesuai UMK.

(Baca Juga: Ribuan Karyawan Panasia Indo Resources Demo Tuntut Kejelasan Nasib)

“Terkait dengan PT CASM selama 5 tahun dia mempkerjakan dia tidak mengupahkan sesuai dengan undang-undang. Jadi dia selama 5 tahun itu di bawah UMK, jangan kan upah, take home pay saja di bawah UMK,” kata Ketua Umum FSBKS, Sanudin.

Sanudin menuturkan, pihaknya mendesak agar PT Krakatau Steel melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan PT CASM terkait pengupahan. Kendati demikian, PT CASM merupakan perushaan pemborong yang mempekerjakan buruh kontrak di lingkungan KS.

“Saya mendesak kepada Krakatau Steel untuk dilakukan pengawasan terhadap pelaksanaan PT CASM dalam sistem pengupahan di lingkungan PT Krakatau Steel jangan sampe terjadi seperti ini. Karena ini akan berdampak nggak bagus juga kepada PT Krakatau Steel sebagai BUMN,” paparnya.

Sanudin melanjutkan, PT CASM mem-PHK pekerjanya beralasan karena per 10 November pekerjanya habis kontrak. Dengan begitu, maka karyawan diminta untuk mengaajukan lamaran kembali agar tetap bisa bekerja.

“Jadi alasan beliau (PT CASM) itu karena kontrak habis per tanggal 10 November ini, maka dia mem-PHK dengan melakukan karyawan disuruh membikin lamaran lagi. Padahal undang-undang mengatakan selmaa pekerjaan itu masih ada maka tidak boleh ada PHK,” katanya.

Untuk itu, FSBKS meminta agar perusahaan yang bekerja di lingkungan Krakatau Steel tidak ada yang memutus kontrak sepihak. Sanudin menilai jika masalah itu terjadi dampaknya justru kepada citra Krakatau Steel.

“Posisi PHK itu dianggap selesai pada tanggal 10 kemarin ini kalau kita posisinya tidak melakukan aksi hari ini maka PHK itu akan menjadi berjalan yang jadi persoalan itu. Maka kita meminta kepada Krakatau Steel untuk bersikap akan hal ini. Jadi jangan sampe perusahaan yang bekerja di lingkungan Krakatau Steel mem-PHK,” ucapnya.(dtc/ziz)

Tags: