Ratusan Buruh Mogok Kerja, Pelabuhan Yos Sudarso Ambon Lumpuh

oleh
Ratusan buruh Pelabuhan Ambon saat mogok kerja.
Ratusan buruh Pelabuhan Ambon saat mogok kerja.

GLOBALINDO.CO, AMBON – Sedikitnya 415 buruh yang tergabung dalam Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Ambon menggelar aksi mogok kerja di Pelabuhn Yos Sudarso Ambon, Senin (4//12/2017).

Aksi mogok kerja ini membuat Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon lumpuh dari aktivitas bongkar muat. Bahkan, belasan truk keluar dari pelabuhan tanpa adanya muatan. Selain itu juga sejumlah alat berat tidak beroperasi.

“Kita menuntut agar Permen 152 dicabut yang telah dikeluarkan pada 20 November 2017 lalu. Aksi mogok kerja di pelabuhan tidak tahu menahu sampai kapan, intinya Permen dicabut,” kata Yanto, salah satu buruh TKBM.

Selain mogok kerja, sejumlah buruh TKBM juga memasang sejumlah poster di kontainer. Aksi mogok kerja ini dikawal petugas Polsek kawasan Pelabuhan Yos Sudarso.

(Baca Juga: Mogok Kerja di Pelabuhan Kendari, Pasokan Sembako Terhambat)

Tak hanya di Ambon, puluhan buruh TKBM juga memblokir pintu masuk Pelabuhan Malundung Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Aksi damai untuk menuntut pembayaran gaji ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian, massa berkumpul di pintu gerbang pelabuhan Malundung dengan membawa poster yang berisi keluhan dan tuntutan.

“Kita kumpul disini untuk memperjuangkan nasib kita, karena upah 10 bulan belum dibayar. Kalau tidak ada kejelasan kita akan mogok yang lebih besar lagi, dan mendatangi perusahaan yang telah menzalimi kita,” kata Rusdi, perwakilan buruh.

Hal senada juga diungkapkan perwakilan buruh TKBM lainya, Tri Mulyono juga menuntut pembayaran gaji.

“Kita menuntut apa yang sudah kita kerjakan selama 10 bulan, ini menyangkut hak kita, nasib kita. Mari sama-sama berjuang baik secara birokrasi dan administrasi. Kami butuh bukti bukan janji,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelindo IV Tarakan, Suherman mengaku aksi para buruh TKBM tidak mengganggu aktivitas di pelabuhan.

“Aktivitas masih berjalan normal, bongkar muat peti kemas masih normal dan tidak ada kendala. Dalam aksi ini juga mendapatkan pengawalan dari aparat keamanan sehingga aman terkendali.” ungkapnya.

Hingga saat ini aksi masih berlangsung, perwakilan buruh TKBM satu persatu melakukan orasi. Namun belum ada pejabat terkait yang menemui massa.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.