Ratusan Getaran Gempa Masih Hantui Lombok, Wisawatan Asing Hengkang

oleh
Wisatawan asing saat meninggalkan Lombok, NTB.

GLOBALINDO.CO, LOMBOK – Pascagetaran gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR), wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih dihantui ratusan getaran gempa susulan.

Badan Meteorologi, Geofisika, dan Klimatologi (BMKG) mencatat ada 100 gempa susulan pasca gempa berkekuatan 7 skala richter yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Hingga pukul 02.00 WITA sudah ada sekitar 100 gempa susulan,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG, Hary Tirto Djatmiko, Senin (6/8/2018).

Ancaman gempa susulan ini membuat para wisatawan luar negeri ramai-ramai meninggalkan Lombok. Mereka mendominasi antrean keberangkatan di Bandara Internasional Lombok.

Para wisatawan asing itu tampak memenuhi pintu keberangkatan. Sebagian dari mereka juga beristirahat sambil menunggu jadwal keberangkatan.

(Baca Juga: Lombok Timur Kembali Diguncang Gempa, Warga Trauma Semburat Keluar Rumah)

Pihak bandara menyebut, peningkatan jumlah penumpang yang meninggalkan Lombok terjadi sejak pagi tadi. Banyak wisatawan asing yang ingin mempercepat keberangkatan dari tiket yang sudah mereka pesan sebelumnya.

“Saat ini berjalan normal namun ada peningkatan penumpang. Wisatawan berharap lebih awal berangkatnya,” kata General Manager Bandara Internasional Lombok, I Gusti Ngurah Ardita, di lokasi.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak bandara juga akan berunding dengan pihak maskapai. Mereka akan memutuskan apakah dibutuhkan extra flight untuk penumpang.

“Kita akan mendiskusikan dulu untuk keperluan extra flight. Tapi nanti kita akan sediakan konter untuk melayani perubahan jadwal penerbangan,” ujarnya.

Reruntuhan rumah warga Lombok, NTB yang diguncang gempa.

Data terakhir dari Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 82 orang tewas dan ribuan lain mengungsi akibat gempa Lombok.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jumlah korban tewas itu masih bisa bertambah.

Sutopo menuturkan, pihak terkait seperti BNPB, BPBD NTB, TNI, dan Polri masih terus melakukan proses evakuasi dan penyelamatan terhadap korban gempa Lombok.

“Diperkirakan korban terus bertambah. Jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan,” ujarnya.

Adapun ribuan orang yang mengungsi disebut Sutopo sangat membutuhkan petugas medis termasuk obat-obatan, makanan, selimut, tenda, air bersih, tikar, dan kebutuhan dasar lainnya.

Rumah sakit di sekitar Lombok pun dipenuhi warga yang terluka akibat gempa. Mayoritas yang datang mengalami luka benturan terkena reruntuhan akibat gempa.

Berdasarkan pantauan Antara di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, petugas piket di Unit Gawat Darurat (UGD) kewalahan menangani korban luka akibat gempa yang terus berdatangan sejak Minggu malam (5/8) hingga Senin dini hari.

Jumlah korban yang terus berdatangan membuat ruang UGD RSUP NTB tak mampu menampung para pasien. Pihak rumah sakit terpaksa membawa pasien ke area parkir sambil diberikan perawatan.

Mereka yang dirawat terdiri atas anak-anak, orang dewasa, lanjut usia. Sebagian besar kaum perempuan.

“Saya luka di bagian kepala karena tertimpa reruntuhan bangunan. Perut saya sakit menggendong anak saya ketika mencoba menahan tembok yang mau runtuh,” kata Fitri salah seorang warga desa Puyung Waker Sumpak, kabupaten Lombok Tengah.

Anak perempuan Fitri yang masih bayi bawah lima tahun (balita) menderita benjol di kepala. Tidak hanya itu, rasa trauma juga masih dirasakan.

“Saya tidak sempat mengambil telepon genggam yang tertinggal di rumah kos. Saya tidak bisa menghubungi siapa pun di kampung halaman,” tutur wanita yang bekerja di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat ini.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *