Redam Demonstrasi, Jokowi Harus Bikin Statement Tidak Melindungi dan Tidak Mendukung Ahok

presiden jokowiGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengungkapkan sebuah cara mudah yang bisa dilakukan pemerintah untuk meredam aksi unjuk rasa sejumlah Ormas Islam pada Jumat (3/11/2016).

Menurut Fahri, demo itu sebenarnya muncul karena ada kekhawatiran bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) melindungi Ahok. Jokowi dicurigai akan melakukan intervensi proses hukum yang sedang dilakukan Bareskrim Polri. Oleh karena itu, kata Fahri Hamzah, Jokowi cukup memberikan pernyataan ke publik bahwa tidak akan ada intervensi kasus Ahok.

“Pak Jokowi harus bikin statement ‘saya tidak melindungi Ahok. Saya tidak membela. Saya tidak mendukung Ahok. Saya minta kepolisian proses Ahok secepatnya dan seadilnya’. Itu pasti akan meredam keadaan,” kata Fahri di Jakarta, Kamis (3/11/2016).

Dengan pesan itu, menurut Fahri, Jokowi tidak hanya akan meredam aksi demonstrasi. Namun, proses hukum di Bareskrim Polri juga bisa berjalan netral.

Penegasan tidak akan mengintervensi kasus Ahok sebenarnya sudah disampaikan Jokowi dalam pertemuan dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, di Istana Negara.

Namun, Fahri menilai, hal itu belum cukup. Apalagi, pertemuan tersebut berlangsung tertutup sehingga masyarakat tidak bisa mendengar langsung pernyataan yang dikeluarkan oleh Kepala Negara.

“Jadi saya cenderung menyalahkan ini ke Pak Jokowi. Beban ini ada pada Pak Jokowi,” ucap politisi yang dipecat PKS itu.(kcm/ziz)