Respon Ancaman Invasi Rusia, NATO Terjunkan 300 Ribu Tentara Bentengi Tiga Negara

FOTO: Reuters

NATO terjunkan 300 ribu pasukan untuk menghadang serangan Rusia terhadap tiga negara balkan, yakni Estonia, Lithuania dan Latvia.

GLOBALINDO.CO, BRUSSELS – Ancaman serius Rusia menginvasi tiga negara Balkan bekas Uni Soviet, memaksa Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) turun tangan. Nato telah menyiagakan 300.000 personel militer untuk menghadang serangan Rusia dan Lithuania, Latvia, dan Estonia.

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg berharap bisa semakin mengefektifkan kemampuan prajuritnya dalam menghadapi situasi tempur. Pasukan yang disiagakan di perbatasan itu berasal dari seluruh negara anggota pakta pertahanan tersebut.

“Kami memperhatikan Rusia sangat aktif dalam banyak hal. Rusia juga meningkatkan anggaran militer hingga tiga kali lipat sejak 2000, membangun kemampuan militer baru, melatih tentara mereka dan menyerang tetangganya,” tambah Stoltenberg.

Bulan lalu, dikabarkan NATO siap menempatkan 4.000 personel militer di perbatasan antara Rusia dan negara-negara Baltik dalam sebuah pengerahan pasukan paling besar sejak Perang Dingin.

Akibat kondisi itu, lanjut Stoltenberg, NATO merespon dengan pengerahan pasukan terbesar secara kolektif sejak Perang Dingin berakhir.

Stoltenberg enggan menyebut jumlah pasti pasukan yang disiagakan, tetapi perwakilan Inggris di NATO, Sir Adam Thomson mengatakan, jumlah pasukan yang disiagakan berkisar antara 300.000 personel.

Sir Adam mengatakan, tujuannya adalah untuk mencari cara memobilisasi pasukan tersebut dalam dua bulan dan bukan dalam enam bulan seperti prosedur baku selama ini.

NATO meningkatkan kesiagaannya sejak Rusia menganeksasi Semenanjung Crimea pada 2014. Selain itu, NATO juga ingin memberi jaminan kepada Lithuania, Latvia, dan Estonia bahwa Rusia tak akan mencaplok kembali ketiga negara kecil itu. (ind/gbi)