Ribuan Massa Anti Ahok Banjiri Markas FPI, Mau Nginap di Gedung DPR

Ribuan massa FPI dan ormas islam lain dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Jakarta. Mereka siap menggelar demo besar, Jumat besok (4/11) untuk  mendesak Presiden Jokowi dan kepolisian segera menuntaskan penanganan kasus dugaan penistaan Al Quran oleh Gubernur DKI nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ribuan massa FPI dan ormas islam lain dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Jakarta. Mereka siap menggelar demo besar, Jumat besok (4/11) untuk mendesak Presiden Jokowi dan kepolisian segera menuntaskan penanganan kasus dugaan penistaan Al Quran oleh Gubernur DKI nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Ribuan massa dari berbagai daerah seperti Solo, Sumatera Selatan, Aceh dan lainnya mulai membanjiri Jakarta, Kamis (3/11) sore. Rombongan massa demonstran 4 November besok merapat ke Markas Pusat Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat dan sebagian lain memilih menginap di Gedung DPR dan Masjid Istiqlal.

Walau berkumpul di kantor pusat FPI, namun lokasi itu tak digunakan sebagai tempat tinggal. Menurut Syahrul, kantor itu hanya digunakan untuk menyimpan logistik dan koordinasi antar kelompok.

“Ini ada yang datang dari Aceh, Kalimantan Barat, dan Solo juga,” kata Syarul, anggota  FPI Tangerang Selatan.

Sedangkan ratusan orang peserta tinggal di beberapa titik di sekitar kantor pusat FPI. Salah satunya adalah di Masjid Al Ishlah. Di masjid berlantai dua itu mereka duduk-duduk dan berbaring di lantai satu dan dua.

“Saya datang tadi siang bersama rombongan bus dari Solo,” kata Madiyono, 61 tahun. Madiyono  berencana datang Rabu malam, namun bus yang ditumpanginya sempat mengalami kecelakaan sehingga membuatnya datang sehari lebih lambat.

Selain di Masjid Al Ishlah, massa juga terkonsentrasi  di Musala Al Baroqah. Sebanyak 10 bus yang berisi masing-masing 60 orang datang dari Solo pada siang tadi. Mereka harus disebar ke tiga titik lokasi untuk tempat tinggal sementara.

“Kami juga sudah siapkan tenda-tenda dan dapur umum. Insya Allah masih bisa menampung lebih banyak,” kata Mohammad Alatas, salah satu pengurus Musala Al Baroqah.

Massa demonstran akan melakukan longmarch dari Balai Kota DKI ke Istana Negara dalam aksi unjuk rasa besok.

Massa demonstran akan melakukan longmarch dari Balai Kota DKI ke Istana Negara dalam aksi unjuk rasa besok.

Rencananya,  massa yang dalam jumlah yang lebih besar tiba sore hingga malam ini. Belum diketahui jumlah pasti orang yang akan hadir. Menurut Polda Metro Jaya massa berencana menginap di Gedung DPR Senayan.

“Mereka rencananya mau menginap di DPR, katanya (massa) sudah koordinasi dengan pihak DPR,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

Jumat (4/11) siang besok, mereka akan berdemonstrasi di depan Istana Negara untuk meminta Presiden Joko Widodo mendesak kepolisian segera menuntaskan penanganan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Baca: Redam Demonstrasi, Jokowi Harus Bikin Statement Tidak Melindungi dan Tidak Mendukung Ahok).

Rencananya, massa juga akan melakukan long march dari Masjid Istiqlal ke Istana Negara hingga DPR. (Baca: Amazing, Polri Sebut Demo 4 November Diikuti 100 Ribu Orang).

Untuk long march itu, kepolisian sudah menyiapkan rekayasa lalu lintasnya. “Kalau memang jadi long march ke DPR titik-titik yang akan dilewati pasti kami lakukan rekayasa. Massa lewat kami tutup jalan. Kalau masa sudah selesai lewat ya kami buka lagi,” ujar Awi.

Sesuai Undang-undang (UU) Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum, Awi menjelaskan, batasan waktu untuk menyampaikan pendapat tersebut diatur tidak boleh lebih dari pukul 18.00 WIB.

Dalam undang-undang tersebut, jika massa melebihi batas waktu tersebut, polisi dapat membubarkan massa dengan tahapan-tahapannya. Namun, jika massa tetap akan menginap di depan DPR, polisi pun siap mengamankannya. “Kalau menginap, kami tetap akan kawal agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Dalam mengamankan aksi tersebut, kepolisian menyiagakan 18-20 ribu personel kepolisian. Dari puluhan ribu personel tersebut, ada anggota yang didatangkan dari luar daerah, seperti Polda Banten, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Timur, Polda Lampung, Polda Kalimantan, dan Polda Nusa Tenggara Timur. (tp/gbi)