Ribuan Rumah di Sampang Terendam Banjir, BPBD Ingatkan Bahaya Longsor

Siswa Sekolah Dasar di Gunong Maddah, Sampang, Madura terpaksa diliburkan karena gedung sekolahnya terendam banjir, Senin (24/10).

Siswa Sekolah Dasar di Gunong Maddah, Sampang, Madura terpaksa diliburkan karena gedung sekolahnya terendam banjir, Senin (24/10).

GLOBALINDO.CO, SAMPANG – Ribuan rumah di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak Senin (24/10). Banjir tersebut membuat aktivitas ekonomi warga lumpuh dan sebanyak 21 ribu jiwa terdampak.

Kondisi terparah terjadi di Kelurahan Dalpenang, dengan ketinggian air mencapai 1 meter lebih. Banjir di pusat kota itu juga menggenangi puluhan gedung sekolah dasar.

“Ada sekitar 4.000 rumah atau sekitar 21 ribu jiwa terkena dampak banjir. Itu belum termasuk pertokoan dan bangunan lain,” kata Kepala BPBD Sampang, Wisnu Hartono, Senin (24/10).

Banjir kali ini merupakan yang ketiga kalinya dalam sebulan dan kedelapan kalinya pada tahun ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang mencatat sekitar 4.000 rumah terendam banjir. Kawasan yang terendam antara lain Desa Panggung, Gunung Maddah, Kamoning, Pasean, dan Tanggumong, serta Kelurahan Dalpenang, Rongtengah, dan Karang Dalem.

Hujan deras yang mengakibatkan banjir juga melanda sejumlah daerah lain. Di Sulawesi Selatan, banjir menggenangi tiga kabupaten/kota. Satu kabupaten dilanda bencana tanah longsor. Banjir terparah di Kota Palopo. Sebanyak 1.000 kepala keluarga di lima kelurahan, yaitu Jaya, Salu Batang, Maccani, Petojangan, dan Salubattang, Kecamatan Telluwanua, sempat mengungsi saat air 70 cm.

“Saat ini tinggal Kelurahan Salu Batang yang masih tergenang, tapi warga sudah kembali semua ke rumah mereka,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kota Palopo, Hasan. Berdasarkan data BPBD Sulsel, daerah yang mengalami banjir ialah Kota Palopo, Wajo, dan Luwu. Adapun Enrekang saat ini dilanda tanah longsor.

Dampak susulan banjir ini, warga diminta mewaspadai bencana tanah longsor. Daerah yang dinilai rawan longsor antara lain Kabupaten Sleman. Bupati Sri Purnomo telah mengeluarkan surat keputusan yang menaikkan status kewaspadaan di wilayahnya menjadi siaga darurat banjir dan tanah longsor.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Makwan, menyebutkan status siaga darurat banjir dan tanah longsor berlaku selama 40 hari dan sudah dimulai pada 21 Oktober lalu.

Demikian juga di Kalimantan Selatan (Kalsel), BPBD setempat telah meminta 13 kabupaten/kota di wilayah itu untuk mewaspadai banjir dan tanah longsor. Gubernur Kalsel telah menerbitkan surat imbauan kepada seluruh bupati dan wali kota untuk mewaspadai banjir dan tanah longsor. Dari Kebumen, Jawa Tengah, kerugian akibat tanah longsor mencapai Rp

600 juta. Hingga kini, longsoran sudah disingkirkan.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kebumen, Arif Rahmadi, menjelaskan tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Ayah dan Buayan menyebabkan dua rumah rusak total dan 12 rumah lainnya rusak sedang dan ringan. Di bagian lain, untuk mengatasi banjir langganan akibat luapan Sungai Welang, Pemkab Pasuruan, Jatim, akan membangun kolam retensi di muara sungai yang terletak di Desa Semare, Kecamatan Kraton. (mol/gbi)