Risma Berbagi Pengalaman Me-manage Pajak ke Delegasi 32 Negara

oleh
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat memberikan sambutan dalam
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat memberikan sambutan dalam agenda internasional bertajuk Annual Forum on Developing Countries Policy and Tax Cooperation for Agenda 2030.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kota Surabaya kembali dipilih sebagai tuan rumah dalam agenda internasional. Kali Surabaya dipilih sebagai tempat gelaran agenda internasional bertajuk Annual Forum on Developing Countries Policy and Tax Cooperation for Agenda 2030.

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Abdurrahman Mohammad Fachir mengatakan pemilihan Surabaya bukan sekadar asal pilih. Pihaknya punya alasan untuk mengadakan agenda yang diikuti perwakilan dari 32 negara berkembang tersebut di Surabaya. Agenda ini digelar dari mulai Rabu (30/11) hingga 3 Desember 2016.

“Saya senang agenda ini diselenggarakan di Surabaya. Ini bukan sebuah kebetulan. Karena itu kami sangat apresiasi,” tegas AM Fachir seusai opening ceremony agenda tersebut di Hotel JW Marriot, Rabu (30/11/2016).

AM Fachir menegaskan, agenda yang diinisiasi oleh South Center dan juga Kemenlu ini bertujuan untuk saling berbagi tentang kebijakan dan kerja sama terkait pajak. Menurutnya, hal ini selaras dengan upaya yang sedang dilakukan negara-negara berkembang dalam mencapai sustainable development yang sudah dicanangkan agenda sampai 2010.

Semangatnya adalah upaya memberdayakan publik untuk ikut di dalam pembangunan di berbagai bidang. Dan, salah satu yang menjadi persoalan adalah bagaimana mmebiayai program tersebut. Salah satunya dengan pajak.

“South Center kemudian meminta Indonesia untuk menjadi host dari pertemuan pertama yang diikuti 32 negara ini. Dengan kondisi dunia seperti sekarang, terutama kondisi ekonomi nya yang melambat, ini penting untuk memobilisasi sumber daya yang ada,” sambung AM Fachir.

Sementara Walikota Surabaya, Tri Rismaharini mengaku senang bisa berbagi pengalaman dalam menyelesaikan berbagai macam masalah perkotaan, utamanya tentang kebijakan pajak. Dia menjelaskan bahwa dalam membuat kebijakan pajak (tax policy), bergantung kondisinya.

Dia mencontohkan, ketika ekonomi melambat, Pemkot Surabaya tidak menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Baru kalau ekonomi naik, PBB naikkan.

“Jadi tidak setiap tahun naik, bergantung kondisi ekonominya,” jelas walikota.

Walikota mengaku senang Surabaya ditunjuk sebagai tuan rumah agenda ini. Menurut dia, semakin banyak acara dan kunjungan ke Surabaya, pendapatan dari pajak hotel dan restoran juga akan meningkat.

“Tentunya ini agenda yang bagus untuk Surabaya menuju kota MICE,” tegas Risma.

Senior Advisor on Finance and Development South Centre, Manuel F Montes, menambahkan, agenda yang dihadiri perwakilan negara-negara dari Afrika, Amerika Latin dan juga Asia ini akan menjadi event reguler. Forum di Surabaya ini merupakan yang pertama dan nanti akan dibuat forum tahunan.

“Kami sampaikan terima kasih khusus kepada Pemerintah Kota Surabaya yang telah mendukung acara ini,” ujarnya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *