Risma Ingin Surabaya Jadi Salah Satu Destinasi Wisata Dunia

Tidak mau kalah, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini juga ikut berpartisipasi dalam Cross Culture Internasional (CCI).

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Walikota Surabaya, Tri Rismaharini berharap, kota pahlawan menjadi salah satu destinasi wisata dunia. Harapan tersebut disampaikan saat acara Cross Culture International (CCI) tadi siang, Minggu (16/7/2017).

Untuk mewujudkan cita citanya tersebut, Risma menegaskan acara festival lintas budaya dikemas lebih profesional lagi kedepannya.

“Nanti bisa kita jual di mancanegara,” ujar Tri Rismaharini.

Menurut Risma, penampilan peserta cross culture hari ini sangat bagus dan itu membuat dirinya terhibur. Alasannya, semua negara baik luar maupun dalam negeri menampilkan khas tarian dari masing-masing daerah

“Itulah namanya culture, mencerminkan hubungan antar manusia yang kemudian menciptakan sejarah,” ujarnya di sela-sela acara.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Widodo Suryantoro mengatakan, sebanyak 224 peserta meramaikan festival surabaya CCI. Mereka berasal dari Slovakia, Lithuania, Polandia, Kanada, Rusia, China, Perancis, Thailand dan Guangzhou, Cina.

Sementara dari Indonesia ada dari Bali, Jawa Barat, Jogjakarta, Aceh, Jakarta dan Surabaya selaku tuan rumah.

“Untuk tahun ini lebih semarak karena jumlah negara yang ikut cukup banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Apalagi untuk tari-tarian modern, kreasinya selalu berubah-ubah dari tahun ke tahun,” kata Widodo.

Rencananya, pihaknya akan mengundang lebih banyak lagi peserta baik peserta luar maupun dalam negeri. “Tahun depan kita target 10 negara. masing-masing dari dalam dan luar negeri, nanti kan pasti seru,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga berencana agar tahun depan acara ini dikemas sedikit berbeda dari biasanya. “Tahun depan, saya ingin menampilkan seni teater namun lokasinya outdorr,” imbuhnya.

Melalui agenda tahunan ini, Widodo berharap ada kemanfaatan yang bisa dirasakan oleh masyarakat Surabaya. Pertama adanya transfer knowledge dalam hal kreasi kesenian.

“Dengan seniman luar yang punya inovasi bagus dalam seni datang ke sini, kita bisa dapat referensi. Sanggar-sanggar tari juga mendapatkan transfer kreasi seni,” jelas dia.

Acara yang digelar kali ke-13 ini mendapat respon positif dari salah satu warga asing asal Perancis, Henry (24 tahun). Meskipun baru pertama kali mengikuti acara ini dan baru menginjakkan kaki di Surabaya, dirinya mengaku kagum dengan Kota Pahlawan karena bersedia untuk membuka akses kepada warga luar.

“Ini sungguh luar biasa, saya bisa menonton beraneka macam keberagaman dari negara-negara eropa dan asia. Saya tak akan menyia-nyiakan momen langka seperti ini,” Ujarnya. (bmb/gbi)