Risma Menyayangkan Aksi Brutal Bonek di Gelora Bung Tomo

oleh
Sejumlah Bonek saat turun ke lapangan setelah pertandingan antara Persebaya melawan PSS Sleman.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini akhirnya angkat suara terkait perusakan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya oleh sekelompok oknum Bonek.

Melalui Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, Tri Rismaharini sangat menyayangkan aksi brutal suporter Persebaya tersebut.

Apalagi Stadion Gelora Bung Tomo akan dipakai sebagai venue Piala Dunia U-20 2021. Akibat kericuhan ini Surabaya bisa dicoret sebagai salah satu kota penyelenggara.

“Kemarin Ibu Wali Kota (Tri Rismaharini red) posisi tidak di Surabaya. Tapi beliau monitor. Beliau denger aksi tersebut dan menyayangkannya,” kata Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara.

Menurut dia, kegiatan Piala Dunia U-20 dipantau oleh PSSI dan Surabaya diharapkan jadi venue utama. Oleh karena itu semua pihak harus mendukungnya.

“Hari ini (30/10) teman Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) kesana untuk melihat dan mendata kerusakan,” tandasnya.

Kejadian ini bukan kali pertama terjadi di musim ini, namun kali ini yang terparah. Mengingat stadion GBT akan segera direnovasi untuk menyambut Piala Dunia U-20 2021, bisa jadi laga vs PSS akan menjadi yang terakhir bagi Persebaya di musim ini bermain di GBT.

Untuk diketahui, kericuhan di Stadion Gelora Bung Tomo bermula saat Persebaya dipecundangi PSS Sleman dalam lanjutan Liga 1 2019 dengan skor 2-3.

Bonek yang sudah dari beberapa laga sebelumnya memendam amarah karena Persebaya sering kalah, meluapkan emosinya sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Sejumlah Bonek merusak dan membakar beberapa fasilitas stadion. Pantauan di GBT, para suporter fanatik Persebaya langsung berhamburan masuk ke lapangan ketika pemain belum masuk ke ruang ganti. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.