Risma Sedih Ada Serangan Bom Bunuh Diri di Surabaya

oleh
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini tidak bisa menutupi kesedihannya pasca terjadinya serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya. Risma merasa terpukul atas kejadian mengerikan itu.

“Tentunya sedih. Tidak mengira kita,” kata Risma lirih saat dilokasi rumah pelaku di Wonorejo Asri, Rungkut, Minggu (13/5/2018).

Risma menegaskan, selama ini pihaknya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk warga. Diantaranya dengan melayani masyarakat yang kelaparan, putus sekolah hingga mengatasi masalah banjir dan perbaikan insfrastruktur.

“Selama ini saya coba melayani masyarakat Surabaya dengan baik, cari yang lapar, tidak sekolah. Kalau ada yang seperti ini sedih saya, menyakitkan juga,” ungkapnya.

Risma juga mengutuk keras aksi pengeboman yang dilakukan satu keluarga yang dianggapnya menyalahi ajaran Islam dan ayat di Al Quran.

“Jangankan membunuh orang. Binatang, pohon itu tidak boleh itu segitu agama mengatur. Kok sekarang kita tega. Apa yang ciptakan agama kita, tuhan yang ciptakan semua,” kata Risma penuh emosi.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini menyampaikan pertanyaan jika salah satu korban merupakan tulang punggung keluarga sehingga anak dan istrinya menjadi terlantar.

“Kebenaran hanya milik Allah, titik itu. Kita manusia tempatnya salah, kita ngomong diri kita paling benar itu lo salah,” tambahnya.

Risma kembali mengungkapkan kesedihannya mendalam atas pengebom yang terjadi di kota yang dipimpinnya.

Menurut Risma, yang membuat dirinya sedih karena pemerintah kota sudah berusaha memberikan yang terbaik. Terbaru saat tangannya beberapa tahun lalu.

“Aku inginnya orang Surabaya tidak kelaparan, tidak kebanjiran, tidak macet. Tapi orang lain melukai dengan paling benar. Aku sudah melakukan segitu banyak tapi saya tidak merasa paling banar,” pungkas Risma. (dtc/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *