Risma Utamakan SDM Dalam Negeri Untuk Menata Transportasi di Surabaya

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat menghadiri acara geekfest di Siola beberapa hari lalu.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menegaskan pihaknya menggandeng sejumlah kampus ternama perihal penataan transportasi di Surabaya. Diantaranya, ITS, Unair, Unibraw, UGM, ITB dan UI.

Risma menegaskan, pihaknya sengaja tidak melibatkan konsultan asing dalam dalam menata transportasi. Risma mengaku lebih percaya dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di negeri ini.

“Saya tidak memakai konsultan asing karena saya percaya SDM kita mampu dan tidak kalah,” ujar Tri Rismaharini saat memberikan sambutan di Dewan Riset Nasional (DRN), Rabu (31/5/2017).

Risma menjelaskan, penggunaan seluruh sistem di Surabaya menggunakan elektronik. Salah satunya seperti yang digunakan untuk memonitor jumlah sampah yang masuk ke TPA setiap harinya.

Tidak sampai di situ, penerapan teknologi juga dimanfaatkan untuk mengecek konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dihabiskan mobil pengangkut sampah berikut identitas sopirnya.

Perihal penggunaan energi terbarukan di Surabaya, menurutnya, kota pahlawan juga telah memanfaatkannya. Seperti halnya gedung yang ada di Balaikota Surabaya.

“Gedung ini pakai solar cell. Ada panel nya. Termasuk juga di sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Namun yang paling penting, lanjut Risma, yakni bagaimana menggunakan energi ini sekaligus untuk mengatasi kemacetan.

“Ini juga saya minta teman-teman ITS untuk buatkan mobil dinas saya pakai solar cell,” imbuh mantan Kepala Bappeko ini.

Sementara bagi daerah yang ingin mengikuti langkah Surabaya namun terkendala oleh minimnya anggaran, Risma meminta daerah tersebut tidak risau. Menurutnya, yang terpenting bukan besar kecilnya anggaran yang dimiliki.

“Bukan masalah uangnya, tapi bagaimana penggunaan nya. Kota-kota lain juga ada uang. Yang kami dilakukan di Surabaya adalah berhemat. Utamanya dengan penggunaan sistem elektronik seperti e-bugeting di mana kami bisa menghemat belanja ATK ataupun penggunaan kertas,” jelas Risma. (bmb/gbi)