Rizieq Dikabarkan Pulang Sabtu, Polisi Siaga di Bandara

Pentolan FPI, Rizieq Shihab dan pengacaranya, Eggi Sudjana (tengah) bersama pengurus FPI lain di Arab Saudi. Tersangka kasus dugaan chat mesum dan pornografi itu dikabarkan akan pulang dari pelariannya pada Sabtu (22/9).

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab dikabarkan akan pulang ke tanah air, Sabtu lusa (22/9). Polisi memastikan akan langsung menjemput Rizieq dan menyiagakan petugas di Bandara Soekarno-Hatta untuk mengantisipasi kemungkinan aksi massa pendukungnya.

Namun, pihak kepolisian mengaku belum bisa memastikan kebenaran informasi Rizieq akan pulang pada 22 September.

“Kita tunggu saja kapan akan kembalinya. Nanti kita tunggu saja datang dulu,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, Rabu (20/9).

Rizieq akan menjalani pemeriksaan langsung setibanya di tanah air. Karena ia sudah melarikan diri ke Arab Saudi sebelum polisi memeriksanya sebagai tersangka kasus chat mesum dugaan pornografi  dengan Firza Husein.

“Kami sudah menyiapkan juga ada pengamanan di bandara, Kapolres,” ujar Argo.

Dengan demikian, kata Argo, pentolan FPI itu tak perlu khawatir akan terjadi kekacauan ketika dirinya tiba di Jakarta. Karena sebelumnya, pengacara Rizieq, Eggi Sudjana menyampaikan kekhawatiran terjadinya aksi massa yang bisa menimbulkan kericuhan jika polisi menjemput paksa Rizieq di bandara.

Kabar kepulangan Rizieq disampaikan kuasa hukumnya, Sugito Atmo Prawiro. “Kalau perkiraannya saya tanggal 22 september. Itu perkiraan saya,” kata Sugito.

Seperti diketahui, sejak ditetapkan sebagai tersangka, Rizieq memilih bertahan di Arab Saudi. Tapi, melalui pengacara-pengacaranya, Rizieq bersikukuh tidak bersalah dalam kasus yang juga menjerat wanita bernama Firza Husein.

Selama buron, Rizieq terus melakukan perlawanan secara pasif terhadap keputusan penyidik yang menetapkannya sebagai tersangka. Sayangnya Rizieq tak berani berhadapan langsung dengan penyidik Polda Metro Jaya.

Dalam perjalanan kasus ini, kepolisian telah menetapkan Firza Husein dan Rizieq sebagai tersangka. Keduanya dijerat dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 35 Undang-undang nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Firza Husein ditetapkan sebagai tersangka lebih dahulu, yakni pada pukul 22.00 WIB, Selasa, 16 Mei 2017. Sementara Rizieq baru ditetapkan sebagai tersangka pada pukul 12.00 WIB, Selasa, 29 Mei 2017.

Sayangnya, selama ini hanya Firza Husein yang berhadapan dengan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.  (vin/nad)