Saksi Korban Penipuan Ini Mengaku Atheis

No comment 78 views

Saksi korban kasus penipuan Vera Indrajana Winadi melakukan sumpah di persidangan. Foto kanan: Terdakwa Achmad Dwi Suwandono alias Nyoman Farellia.

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Ada pengakuan mengejutkan dari saksi sekaligus korban kasus penipuan, Vera Indrajana Winadi yang dilakukan terdakwa Achmad Dwi Suwandono alias Nyoman Farellia. Majelis hakim sempat bingung saat akan mengambil sumpah Vera sebagai saksi di persidangan lantaran bekas pacar terdakwa ini mengaku tak beragama atau atheis.

“Sampai saat ini saya tidak mempunyai agama”,” ujar Vera sesaat sebelum diambil sumpahnya di depan majelis hakim yang dipimpin Pujo Saksono..

Hakim akhirnya meminta saksi disumpah berdasar agama yang dianut orang tuanya. Pengakuan Vera, kedua orang tuanya beragama Kristen.

Setelah disumpah sesuai keyakinan agama Kristen, Vera pun memulai kesaksiannya. Saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Surabaya, Wilhelmina Manuhutu ini mengaku jika selama dua bulan menghidupi terdakwa yang saat itu terdakwa tak mempunyai pekerjaan.

”Dua bulan, saya habiskan uang Rp 27 Juta untuk menyewa kost di jalan Gayungsari Timur, Surabaya dan memenuhi kebutuhan hidup dia (terdakwa) sehari-hari,” tutur Vera.

Dalam dakwaan, terdakwa Ahmad Dwi dituduh mencuri surat kendaraan bermotor BPKB milik saksi Vera. Tak hanya itu terdakwa juga mengambil sebuah kamera Canon PC 1590 warna silver di dalam tas koper milik saksi Vera.

Jaksa menunjukkan barang bukti 1 Lembar Foto Copy STNK, 1 Lembar Foto Copy BPKB dan 1 Unit kendaraan bermotor.

Terkait delik penipuan, terdakwa saat perkenalanya dengan saksi Vera diduga menggunakan identitas palsu dengan nama Nyoman Farelli, berasal dari Bali.

Tetapi Vera sudah mempercayainya. Ia bahkan pernah memberi duit Rp 5,5 juta kepada terdakwa yang katanya akan digunakan untuk pulang ke Bali. Padahal terdakwa saat itu tak pulang ke Bali melainkan ke kampong kelahirannya, Jombang, Jawa Timur.

Perbuatan terdakwa di ancam pasal 362 KUHP tentang pencurian, dan pasal 378 tentang penipuan. (ady)