Saksi Sebut Oscar Jatuh Karena Kesandung Berem Bukan Ditendang

oleh
Wellem Mintarja saat mendampingi kliennya dalam persidangan.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Dua saksi dihadirkan oleh tim penasihat hukum Wellem Mintarja pada sidang kasus dugaan penganiaan yang dilaporkan oleh Oscarius Yudhi Ari Wijaya di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (4/7/2019).

Dihadapan majlis hakim, kedua saksi Sony Wibisono dan Imam Bukhori yang saat itu sebagai Security Perum Wisata Bukit Mas mengatakan tak melihat adanya penendangan yang diduga dilakukan oleh terdakwa Crhistian sebagai Koordinator Security Perum Bukit Mas Surabaya.

“Saya mengetahui adanya nada keras dari Oscar, mendekat kearah Crhistian, tapi tak melihat adanya penendangan” ujar kedua saksi.

Selain tak melihat adanya penendangan, saksi menyebut jika Oscar terjatuh disebabkan tersandung berem atau pembatas jalan.

“Kelihatanya kesandung, berem, pembatas jalan,” tambahnya.

Kesaksian tersebut diperjelas tim penasihat hukum terdakwa yang pada persidangan memperlihatkan bukti rekaman video penganiaan yang direkam oleh saksi Imam Bukhori.

Saat diputar di ruang sidang, video berdurasi 17 menit 26 detik tersebut tidak tampak adanya kekerasan maupun penendangan. Akan tetapi dari video tersebut terdengar nada keras dari saksi Oscar.

Selain bukti rekaman video, jaksa Suparlan memperlihatkan barang bukti berupa sendal jepit yang saat kejadian sendal tersebut telah dipakai oleh terdakwa.

Wellem Mintarja penasihat hukum terdakwa mengatakan, jika pada sidang hari ini beragendakan pembuktian saksi a de charge serta keterangan terdakwa. Penyerahan bukti visum juga diperlihatkan dan juga diuraikan pada fakta persidangan dengan adanya luka lecet.

“Bukti visum kaki kiri lecet, ini kaki siapa kami juga tidak tahu, kita dengar kesaksian dokter visum pada sidang mendatang,” ujar Wellem.

Wellem menambahkan, jika pada persidangan sebelumnya, saksi korban telah menerangkan bahwa akibat dari dugaan tendangan itu adanya kerugian kurang lebih Rp. 500.000 untuk biaya pengobatan. (Ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.