Salam Metal Bupati Purbalingga untuk KPK

oleh
Bupati Purbalingga saat memberikan salam metal di gedung KPK.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Bupati Purbalingga, Tasdi yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) tiba di Gedung KPK Jalan Kuningan Persada, Jaksel, Selasa (5/6/2018) pukul 04.58 WIB. Saat hendak memasuki gedung KPK, Tasdi yang mengenakan kemeja berwarna ungu dan masker di lehernya memberikan salam metal.

Setelah turun dari mobil penyidik KPK, Tasdi enggan menjawab pertanyaan. Tasdi akan menjalani pemeriksaan lanjutan di gedung KPK. KPK punya waktu 24 jam menentukan status enam orang yang diamankan di lokasi terpisah.

Tasdi dan sejumlah pejabat daerah di Purbalingga terjaring OTT KPK pada Senin (4/6/2018) petang. Dalam penangkapan itu, tim KPK melakukan penggeledahan dan penyitaan sejumlah aset sebagai barang bukti. Sejumlah fasilitas telah disegel KPK. Antara lain, ruang kerja Bupati Purbalingga dan mobil dinas Toyota Avanza hitam nomor polisi R 64 C milik Kepala Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Sekretariat Daerah Purbalingga.

Salah satu petugas keamanan sekretariat daerah Purbalingga mengaku sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas KPK dengan kepala BLP Setda Purbalingga pada pukul 17.00 WIB.

(Baca Juga: Bupati Bengkulu Selatan Terjaring OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita)

“Mobil dinas Kepala BLP masuk ke pendopo kencang banget. Terus orang yang di dalam keluar dan langsung sembunyi di kantor. Selang sebentar, langsung ada mobil yang mengejar dari belakang. Sekitar 10 menit, mobil yang ngikutin keluar lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Purbalingga, Adi Yuwono menjelaskan, OTT KPK diduga terkait penyelewengan pengadaan sejumlah proyek di Purbalingga.

“Ada dua proyek yang kami rasa janggal, terutama di proses lelang. Pembangunan gedung baru untuk DPRD dan Islamic Center. Dua proyek besar tapi tidak transparan dalam proses lelang,” katanya.

Adi merinci, gedung baru DPRD Purbalingga merupakan proyek yang menyedot anggaran Rp 30 miliar. Sementara Islamic Center sendiri diplot dengan anggaran Rp 77 miliar.

“Proyek Islamic Center dibagi tiga tahap, untuk pembebasan lahan sebesar Rp 18 miliar keluar tahun 2016, saat ini sudah masuk tahap pengurukan,” ujarnya.

Di sisi lain, PDIP langsung melakukan pemecatan kepada Bupati Purbalingga, Tasdi yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Purbalingga.

“Kita lakukan pemecatan seketika dan tidak lagi jadi anggota PDIP dan tidak diberikan advokasi,” kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

Hasto menegaskan, partainya menerapkan sanksi tegas atas pelanggaran hukum yang dilakukan pengurus dan kadernya. PDIP juga tidak memberikan pembelaan hukum kepada Tasdi yang sudah menjabat Ketua DPC PDIP Kabupaten Purbalingga sejak 2005.(dtc/kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *