Sambut Megawati, Spanduk Dukungan Risma Banjiri Blitar  

 

Spanduk dukungan untuk Wali Kota Surabay Tri Rismaharini sebagai Cagub Jatim 2018 bermunculan di sejumlah daerah, termasuk Kota dan Kabupaten Blitar yang sedang dikunjungi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

 

GLOBALINDO.CO, BLITAR – Spanduk dukungan untuk Tri Rismaharini sebagai bakal calon Gubernur Jatim membanjiri  Kota dan Kabupaten Blitar. Menariknya, spanduk dukungan itu menjamur beberapa saat jelang kedatangan Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri, Senin (5/6).

Pantuan di sejumlah titik, spanduk dukungan untuk Risma terlihat di sekitar alun-alun Kota Blitar dan Jalan Kelud. Satu spanduk berbunyi ‘Masyarakat Blitar Mendukung dan Mendambakan Ibu Risma menjadi Gubernur Jawa Timur 2018-2023’. Satu spanduk yang lain bertuliskan ‘Kawula Alit mendambakan Ibu Risma menjadi Gubernur Jatim 2018-2023’.

Namun Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi mengaku tak tahu menahu asal dukungan kepada Risma itu. Ia malah mengatakan pemasangan spanduk-spanduk itu bisa melahirkan perpecahan di internal partainya.

“Itu justru akan memecah belah partai sendiri. Spanduk itu berbunyi mendukung Bu Risma sebagai gubernur Jatim,” kata Kusnadi saat menghadiri acara Harlah Pancasila dan Haul Bung Karno di Kota Blitar.

Kusnadi mengaku sudah menerima kabar pemasangan spanduk dukungan untuk Risma dari beberapa daerah bukan hanya di Blitar. Selain Blitar, pihaknya juga mendapat informasi banjir dukungan untuk Risma juga nampak di Kabupaten Ngawi, Lumajang dan Probolinggo.

“Makanya kami akan klarifikasi ke DPC-DPC soal pemasangan spanduk itu. Yang jelas dari DPD tidak pernah ada instruksi untuk itu,” ujarnya.

Sejauh ini DPD PDI Perjuangan Jatim belum menentukan nama yang direkomendasikan ke DPP untuk diusung sebagai kandidat Jatim-1. ”Tapi mereka (yang memasang spanduk) apa sudah tanya Bu Risma mau apa tidak.

Ia menyatakan sampai sekarang DPD masih terbuka ke siapa saja yang ingin mendaftar sebagai cagub maupun cawagub lewat PDIP. Sejauh ini, baru dirinya dan Gus Ipul yang sudah resmi mendaftar sebagai cagub dan cawagub di PDIP.

“Kalau memang mau maju, ajak yang bersangkutan mendaftar secara resmi ke DPD. Kami terbuka untuk siapa saja, bukan hanya kader (PDIP), di luar kader juga kami terima. Kecuali kami sudah menutup diri tidak masalah ada suara-suara dari bawah. Tapi, kalau tidak justru dapat menimbulkan gesekan di internal partai,” katanya.

Bursa kandidat Gubernur dan Wagub Jatim memang mulai menghangat dalam beberapa pekan terakhir. Yang paling panas, muncul spekulasi skenario koalisi  PKB dengan PDIP. Skenarionya, PKB yang memiliki jumlah kursi terbanyak di DPRD Jatim akan mengusung Wakil Gubernur Jatim saat ini, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul sebagai calon suksesor Gubernur Soekarwo di Pilgub 2018 dan PDIP mendapat jatah mengajukan Cawagub.

Skenario ini boleh dibilang masih mentah mengingat sampai saat ini, PDIP belum mau buka suara soal kandidat di Pilbug Jatim 2018. Spekulasi ini hanya keras disuarakan oleh sejumlah petinggi PKB di Jatim.

Ditambah, belakangan diketahui hasil survei menyebutkan elektabilitas Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini cukup tinggi untuk maju menjadi calon gubernur Jatim. Hasil survei itu kemungkinan yang mendorong kader dan simpatisan PDIP mendukung Risma maju sebagai cagub Jatim

Meskipun muncul sejumlah nama yang santer akan diduetkan dengan Gus Ipul, di antaranya Ketua DPD PDIP Jatim sendiri, Kusnadi.

Kusnadi pun membenarkan skenario berkoalisi dengan PKB tersebut masih sebatas wacana. Ia mengatakan, sejauh ini PDIP belum punya rencana mengusung calon gubernur dalam ajang Pilgub Jatim 2018. Ia mengaku sudah mengukur kekuatan jauh-jauh hari sebelumnya. Selain itu, jumlah kursi PDIP di dewan tidak cukup untuk mengusung calon gubernur sendiri.

“Ini bukan masalah kurang satu kursi atau sak ugel (sepotong), tapi ini soal strategi. Kami sudah menjajaki masalah itu. Jangan sampai kejadian pilkada di Tuban terulang. Kami juga kurang satu kursi lalu koalisi untuk mengusung calon bupati, akhirnya kalah,” ujar Wakil Ketua DPRD Jatim ini. (son/gbi)