Sambut Satgas Saber Pungli, Pengusaha Minta Sistem Perizinan Online

pungli

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Keseriusan pemerintah membentuk satgas untuk memberantas pungutan liar membawa angin segar bagi pengusaha. Kalangan pengusaha berharap, upaya itu dibarengi dengan perbaikan sistem untuk mempermudah dan mempercepat proses perizinan.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ade Sudrajat , meminta pemerintah mereformasi sistem perizinan secara online. Selain lebih cepat dan mudah, sistem perizinan online juga dianggap bisa mencegah terjadinya kongkalikong atau pungli karena pengusaha dan petugas perizinan tidak langsung bertatap muka.

“Selama perizinan masih man to man, bertemu muka, pasti itu terjadi,” katanya, Jumat (21/10).

Ade juga menyarankan agar  pemerintah menerapkan sistem pembatasan waktu pengurusan izin investasi. Pembatasan tersebut diperlukan sebagai patokan agar pengurusan izin investasi lebih pasti.

“Bila perizinan tidak selesai tepat waktu maka petugas tersebut satgas,” ujarnya.

Pemerintah resmi membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar. Pembentukan tim ini dituangkan dalam Peraturan Presiden No. 87 Tahun 2016. (Baca: Jokowi Bentuk Satgas Saber Pungli, Boleh Gunakan Senpi untuk Hadapi Ancaman).

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengatakan, satuan tugas tersebut langsung bertanggung jawab kepada Menkopolhukam Wiranto dan Presiden Joko Widodo.

Kapolri Siap Sapu Bersih Polisi Pungli

Komitmen presiden untuk memberantas pungli di semua lini ini langsung direspon Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian. Ia berjanji akan menyapu bersih anggotanya yang terlibat pungli.

“Jadi di luar kami sapu, di dalam juga kami bersihkan,” ujar Tito di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (21/10/2016).

Komitmen Tito diakui bukan slogan semata. Ia memberi contoh telah memproses ratusan personel Polri ‘nakal’ selama dua bulan terakhir.

“Sudah 235 anggota Polri diproses. Ini diharapkan akan mengakibatkan efek jera bagi yang lain juga,” ujar Tito.

Sementara, untuk mengontrol polisi yang masuk ke dalam Satgas Saber Pungli agar tidak melakukan aksi nakal, Tito menegaskan, akan menerapkan pengawasan berlapis.

“Pertama kami akan cari Polisi yang profesionalismenya teruji. Kemudian kami akan buat sistem lapis internal supaya tidak ada ruang penyelewengan,” ujar Tito. (tan/gbi)