Santri Bunuh Kiai Lantaran Kepergok Mencuri di Pesantren al-Bana’ Asing Sulawesi

ilustrasi pembunuhanGLOBALINDO.CO, MAMUJU UTARA – Dua santri Pesantren al-Bana’ Asing Mamuju Utara, Sulawesi Barat akhirnya ditangkap polisi setelah dipastikan menjadi pembunuh sang Kiai.

Polisi menangkap dua santri yang diduga menjadi pelaku utama pembunuhan Haji Bana’, Ketua Yayasan Pesantren al-Bana’ Asing Mamuju Utara, Sulawesi Barat awal Mei 2016 lalu. Petugas Polres Mamuju Utara mengamankan WR (12) dan PR (13), Minggu (29/5/2016) petang kemarin.

Polisi juga menyita barang bukti dua buah parang panjang dan sebuah linggis yang diduga digunakan pelaku menghabisi korban.

Kasus pembunuhan oleh dua santri Pondok Pesantren al-Bana’ Asing ini cukup menghebohkan warga dan penghuni pesantren.

Kedua pelaku yang masih di bawah umur ini mengaku menghabisi nyawa korban yang tak lain kianya sendiri lantaran kedapatan mencuri uang di pesantren. Karena merasa terpojok, kedua pelaku lalu menghabisi korban di sebauh kamar mandi.

Meski peristiwanya berlangsung subuh hari, namun jasad korban baru ditemukan anaknya sekitar pukul 9.00 Wita saat sang anak mengantarkan makanan ke kamar ayahnya.

Dari hasil pengembangan penyelidikan, polisi menangkap WR di pondok pesantren al-Bana’ Asing. Dari hasil keterangan WR, polisi menangkap PR yang diduga sebagi otak kasus pembunuhan di Kecamatan Sarudu saat berlibur.

Kapolres Mamuju Utara, AKBP Yunuar Widianto mengatakan, kedua tersangka ditangkap setelah hampir sebulan dilacak polisi.

“Sesuai pengakuan sementara kedua tersangka nekat menghabisi pimpinan di pondok pesantren karena malu kedapatan tengah mencuri,” ujar AKBP Yunuar.

Semtara itu keluarga korban, Jumriyah mengaku mendapati korban sudah terbujur dan bersimbah darah sambil wajahnya ditutupi bantal. Setelah ia buka ternyata korban sudah bersimbah darah dari hidung dan telinganya keluar dara.

“Saya kaget karena korban wajah dan kepalanya bersimbah darah setelah bantal yang menutupi kepalanya saya buka,” ujarnya.

Saat ini kedua pelaku diamankan di Kantor Polres Mamuju Utara bersama dengan barang bukti untuk kepentingan penyidikan.(kcm/ziz)