Santri Penghina Presiden dan Kapolri Dipulangkan Setelah Jadi Tersangka

Kapolda Jatim membeber tersangka Burhanudiin, santri asal Pasuruan bersama barang bukti gambar (meme) penghinaan kepada Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

 

GLOBALINDO.CO, PASURUAN – Burhanudin (21), santri salah satu Pondok Pesantren di Pasuruan penyebar meme-meme menghina Presiden Jokowi dan  Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian akhirnya dipulangkan setelah sempat diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Kepada awak media, Berhanudin mengaku menemukan meme-meme tersebut dari orang lain dan membagikannya secara luas (viral) di media sosial.

Burhanuddin membantah dirinya yang membuat meme-meme itu. Ia mengaku tak tak punya niatan secara langsung menghina Presiden, Kapolri dan pejabat lainnya.

Kepada wartawan, Burhanudin mengungkapkan alasannya, memposting meme-meme tersebut berawal dari aksi saling mencemooh bernuansa SARA antara pengguna jejaring sosial yang ia ikuti.

“Awalnya terpengrauh media sosial, ada saling jelek-jekekan antara Islam dan Kristen. Ya saya sendiri sebagai orang Islam ya marah lah,” kata Burhan yang ditemui yng di rumahnya Desa Mangguna, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (10/6).

Dari mengikuti perdebatan hingga komentar saling cemooh itulah, Burhan akhirnya terpancing ikut memojokkan kelompok agama lain. Tanpa panjang pikir, Burhan pun larut dalam dinamika di media sosial tersebut dan mengunggah meme-meme yang bertebaran di media sosial.

“Saya bukan ngedit sendiri, cuman ikut-ikutan terpengaruh. Saya menyesal main facebook,” ungkapnya.

Polda Jatim sudah menetapkan Burhanudin sebagai tersangka penyebar ujaran kebencian dengan gambar yang tak sepantasnya yang diunggah di akun facebook-nya. Ia mengunggah meme-meme atau gambar-gambar dan berisikan tulisan-tulisan yang bernada menghina, dalam beberapa waktu terakhir ini di akun facebooknya, ‘Elluek Ngangenie’.

Burhan akhirnya dipulangkan pada Sabtu (10/6)cpukul 01.00, setelah menjalani pemeriksaan intesif. Ia dijemput Polda Jatim pada Kamis (8/6) siang.

“Saya diantar pulang jam satu malam (pukul 01.00 dini hari),” kata Burhanudin.

Sebelumnya Polda Jatim mengamankan Burhanudin pada Kamis (8/6) siang. Selama diamankan ke Mapold Jatim, Burhanudin mengaku diberikan pembekalan oleh polisi agar tak mengulangi perbuatannya lagi dan lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

“Polisi baik memperlakukan saya. Saya dikasih pembekalan dan arahan,” ujarnya Burhanudin yang tak bisa menyembunyikan rasa traumanya. (dt/gbi)