Satpol PP Segel Eks Radio Perjuangan Bung Tomo

 

Petugas Satpol PP saat menyegel eks radio perjuangan Bung Tomo

Petugas Satpol PP saat menyegel eks radio perjuangan Bung Tomo

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Tim Cagar Budaya Kota Surabaya, menyegel lokasi pembongkaran bangunan cagar budaya berupa rumah eks radio perjuangan Bung Tomo di Jl. Mawar Nomor 10-12, Tegalsari, Surabaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Wiwik Widyawati menuturkan, pembongkaran bangunan cagar budaya tipe B tersebut telah melanggar aturan. Yaitu tidak sesuai rekomendasi yang didikeluarkan tim cagar budaya.

“Kita akan tindak lanjuti dengan proses berikutnya. Yang hari ini dilakukan oleh Satpol PP adalah menghentikan pelaksanaan pekerjaan,” kata Wiwik Widyawati saat penyegelan di Jalan Mawar.

Wiwiek menjelaskan, dalam rekomendasi yang dikeluarkan tim cagar budaya pada 14 Maret 2016, pihaknya hanya mengeluarkan izin untuk renovasi. Renovasi dilakukan karena usia bangunan sudah tua.

“Renovasi kita perbolehkan karena bangunan ini sudah tua dan ada beberapa yang perlu dilakukan perbaikan yang diusulkan pemohon,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya tidak menyarankan bangunan tersebut dihancurkan.  Mengacu pada Perda 5/2015 renovasi bukan dibongkar atau dirobohkan baru dibangun kembali,  kecuali roboh karena faktor alam seperti bencana bumi dan lainnya.

“Kami tidak menganjurkan itu karena ini tipe B. Memperbaiki atau merenovasi diperbolehkan seperti jika memang ada rayap dan lainnya,” tandas Wiwiek.

Disinggung soal sanksi yang akan diberikan, ia mengaku akan melakukan konsultasi terlebih dahulu. Namun sesuai Perda 5/2005 pelaku terancam hukuman penjara selama tiga bulan atau denda Rp50 juta.

“Hari ini kita selesaikan dulu di Satpol PP, habis itu kami akan panggil tim cagar budaya dari Trowulan untuk turun ke lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Program Satpol PP yang juga bertindak sebagai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), Bagus Supriadi mengatakan pihaknya akan melakukan penghentian pelaksaan pekerjaan dan penyegelan.

“Kami beri garis Satol PP dan tanda terjadi pelanggaran di sini,” ujar Bagus. (bmb/GBI)