SBY-Mega Kian Mesra, Koalisi di Dua Pilkada Muluskan Duet Jokowi-AHY  

oleh
Keua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang sudah 10 tahun lebih menjadi rival politik kini mulai akur dan berkoalisi di dua Pilgub 2018, Kalimantan Barat dan Jawa Tengah. Kemesraan dua pentolan parpol ini bisa melebarkan jalan untuk menduetkan Joko Widodo dan Agus Harimurti Yudhoyono di Pilpres 2019.
Keua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang sudah 10 tahun lebih menjadi rival politik kini mulai akur dan berkoalisi di dua Pilgub 2018, Kalimantan Barat dan Jawa Tengah. Kemesraan dua pentolan parpol ini bisa melebarkan jalan untuk menduetkan Joko Widodo dan Agus Harimurti Yudhoyono di Pilpres 2019.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Partai Demokrat semakin mesra dengan PDIP. Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono barangkali menjadikan momentum Pilkada serentak 2018 untuk berkoalisi dengan PDIP sehingga melebarkan jalan duet Joko Widodo-Agus Harimurti Yudhoyono di Pilpres 2018.

SBY telah merestui dua jagoannya di Pilkada Kalimantan Barat dan Jawa Tengah menjadi pendamping untuk cagub dari PDIP. Langkah presiden keenam RI yang lebih dari satu dasawarsa selalu bersilang pendapat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu menyiratkan bahwa memang tidak ada rival abadi dalam politik.

“Ada mitos partai ini tidak mungkin koalisi dengan partai itu, Demokrat tidak. Kami siap koalisi dengan partai manapun. Kami mendidik partai kami untuk tidak seperti itu, tidak saling bermusuhan, bersaing memang,” tegas SBY saat mengumumkan 17 kandidat yang diusung PD di Pilkada serentak 2018 di Kantor DPP Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (7/1).

Saat mengumumkan pasangan calon, SBY menegaskan siap berkoalisi dengan partai manapun selama satu misi dan visi. Ia memastikan tidak pilih-pilih dalam koalisi di pilkada.

Pernyataan SBY itu dibuktikan dengan menggandeng PDIP untuk berkoalisi di dua Pilgub, yakni Kalimantan Barat dan Jawa Tengah. PD merelakan kadernya yang menjabat Bupati Bengkayang Suryadman Gidot untuk menjadi cawagub Kalbar mendampingi kader PDIP Karolin Margaret Natasa.

“Calon yang kami usung dr Karolin Margret Natasa, ini Bupati Landak incumbent. Cawagub Suryadman Gidot, mantan Bupati Bengkayang, Ketua Demokrat Kalbar,” ujar Ketua Majelis Tinggi PD ini.

Demokrat bersama PDIP sepakat untuk meneruskan koalisi kepemimpinan di Kalbar. Gubernur dan Wagub Kalbar saat ini merupakan hasil koalisi PDIP dan Demokrat, yakni pasangan Cornelis-Christiandy Sanjaya.

“Kami sepakat dengan PDIP untuk melanjutkan incumbent, yang sekarang PDIP-Demokrat,” kata SBY. Selain PDIP dan PD, pasangan Karolin-Gidot, juga didukung oleh PKPI.

Kemudian di Pilgub Jateng, PD memilih Taj Yansin Maimun sebagai cawagub bagi cagub incumbent dari PDIP Ganjar Pranowo. Dari 17 pasangan cagub-cawagub yang diumumkan oleh SBY saat ini, hanya cagub Jateng petahana, Ganjar Pranowo, yang hadir.

Partai Demokrat memang tak mengundang para calon gubernur-calon wakil gubernur yang mereka usung untuk hadir pada saat pengumuman. SBY akan mengundang mereka setelah penetapan KPU.

“Setelah KPU menetapkan beliau-beliau itu sebagai calon tetap kami akan undang secara resmi di Jakarta untuk saya, sebagai pemimpin Partai Demokrat memberikan endorsement,” kata SBY.

SBY mengatakan, ada 4 kriteria dari Partai Demokrat untuk menentukan cagub-cawagub. Keempat kriteria itu adalah integritas, kapasitas, kecakapan, dan elektabilitas. (gin)

Berikut calon gubernur dan wakil gubernur di 17 Pilkada serentak 2018 yang didukung PD:

– Sumatera Utara: JR Saragih – Ance Sellian (Demokrat, PKB)
– Sumatera Selatan: Ishak Meki – Yudha Pratomo (Demokrat, PPP, PBB)
– Riau = Firdaus – Rusli Effendi (PPP, Demokrat)
– Lampung: Ridho Ficardo dan Helmi Hasan (Demokrat, PAN, Gerindra, PPP).
– Jawa Tengah: Ganjar Pranowo – Taj Yasin Maimun. (Demokrat, PPP, PDI Perjuangan).
– Jawa Barat: Dedi Mizwar-Dedi Mulyadi (Golkar, Demokrat).
– Jawa Timur: (Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto, (Demokrat, PPP, Hanura, Golkar, Nasdem).
– Kalimantan Barat: Caroline Margareth-Suryadman Gidot (Demokrat, PDIP, PKPI)
– Kalimantan Timur: Syaharie Jaang – Awang Ferdian Hidayat (Golkar, PPP, PKB, Nasdem)
– Sulawesi Selatan: Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (tidak ada koalisi)
– Sulawesi Tenggara: Rusda Mahmud – Sjafei Kahar (Demokrat, PPP, PKB)
– Nusa Tenggara Timur: Benny Kabur Harman – Benny Alexander Litelnoni (Demokrat, PKPI, PKS).
– Nusa Tenggara Barat: Zulkiflimansyah – Siti Rohmi Jalila (PKS, Demokrat)
– Maluku: Said Assagaf – Andreas Rentanubun (Golkar, Demokrat, PKS)
– Maluku Utara: Burhan Abdurahman – Ishak Jamaluddin (Demokrat, PKPI, Hanura, PKB)
– Papua: Lukas Enembe- Klementinal (PKPI, PKS, Hanura, PAN, PKB, PPP, Nasdem, Gerindra).
– Bali: Ida Bagus Rai Dharmawijaya – I Ketut Sudikerta (Nasdem, Gerindra, PBB Golkar, PKS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *