SBY Tegaskan Hadiah Rumahnya Kurang dari 1.500 Meter, Bukan 4.000 Meter Persegi

Bagian belakang rumah SBY, hadiah dari negara yang terlihat luas dan asri  serta fasilitas di dalamnya dilengkapi lift.

Mewah: Bagian belakang rumah SBY, hadiah dari negara yang terlihat luas dan asri serta fasilitas di dalamnya dilengkapi lift.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tak bisa menahan amarahnya terhadap pemberitaan mengenai ‘hadiah’ rumah pemberian negara yang bertubi-tubi menerpanya. SBY menegaskan, luas tanah rumah barunya itu kurang dari 1.500 meter, bukan 3.000 atau 4.000 meter persegi seperti yang ramai diberitakan belakangan.

“Kita atur di era saya dulu luasnya maksimal 1.500 meter persegi tanahnya. Dan yang diberikan negara kepada saya jumlahnya kurang dari 1.500 meter persegi,” kata Dalam jumpa pers di kediamannya di Cikeas, Bogor, Rabu (2/11).

Sebelumnya, globalindo.co juga memberitakan luas tanah dan kondisi rumah SBY di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan itu. Dalam berita itu disebutkan rumah megah SBY hadiah dari negara berdiri di atas tanah seluas 4.000 meter persegi dengan fasilitas mewah di dalamnya. (Baca: SBY Dapat ‘Hadiah’ Rumah Rp 300 M, Temui Wapres untuk Terima Kasih?).

SBY menyesalkan pernyataan pejabat Sekretariat Negara yang memberi keterangan menyesatkan. Ia mempertanyakan apakah pihak Setneg juga menyampaikan kepada media bahwa semua mantan presiden dan mantan wakil presiden juga mendapatkan hak rumah sepertinya.

“Jangan dikira hanya saya yang dikasih,” kata Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Yudhoyono mengklarifikasi bahwa hadiah rumah itu adalah hak bagi setiap mantan presiden dan wakil presiden yang sudah diatur dalam UU Nomor 7 tahun 1978. Nah, sebelum pemerintahannya berakhir pada 2014, Yudhoyono membuat aturan turunan yakni Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pengadaan dan Standar Rumah bagi Mantan Presiden dan atau Mantan Wakil Presiden.

“Kalau sebelumnya ada pejabat punya luas tanah 3.000 meter persegi, 4.000 meter persegi, bangunannya dua kavling, tiga kavling,” ujarnya. (kc/gbi)