Sejumlah Proyek Box Culvert Terbengkalai, Ini Saran Dewan Untuk Pemkot

Ilustrasi pembangunan proyek box culvert.

Ilustrasi pembangunan proyek box culvert.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kalangan DPRD Surabaya mendesak pemerintah kota mengajak duduk bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait masalah jaringan utilitas guna membahas program kerja yang akan dilaksanakan.

Anggota komisi C (pembangunan) DPRD Surabaya, Vinsensius menuturkan, saat ini terdapat beberapa proyek box culvert tidak bisa dikerjakan. Proyek tersebut mangkrak karena tersendat proses pemindahan jaringan utilitas seperti PLN, telkom dan Perusahaan Gas Negara (PGN).

“Sedikitnya ada 8 proyek pembangunan Box Culvert dan pedestrian pengerjaannya terkendala karena masalah utilitas,” ujar Vinsensius, Rabu (5/10/2016).

Berdasarkan keluhan yang disampaikan masyarakat, banyak proyek mangkrak yang mengganggu arus lalu lintas maupun dikhawatirkan menimbulkan banjir. Saat ini kalangan dewan sedang memfasilitasi pertemuan antara pemerintah kota dengan Instansi jaringan utilitas.

“ini kan memasuki musim penghujan, jika tak selesai bisa banjir, macet dan sebagainya,” terang Awey, sapaannya.

Awey mengungkapkan, dari beberapa jaringan utilitas yang tertanam, sebagian besar kendala pengerjaan proyek diakibatkan oleh jaringan PLN. Ia menyayangkan proses komunikasi dan koordinasi antar instansi plat merah, sehiingga mengakibatkan proyek tak segera selesai.

“Dari pertemuan pertama hingga kedua ini, isinya saling lempar satu sama lain. Yang satu sudah terima surat, yang lain belum, kemudanyang satu sudah koordinasi, lainnya belum,” ungkapnya.

Anggota Komisi C lainnya, Agung Prasodjo menegaskan , mangkraknya sejumlah proyek boxculvert akibat perencanaan pemerintah kota yang lemah.

“Jika jalan, pasti gak ada persoalan-persoalan yang muncul. Misal jalan macet dan sebagainya,” ujar Politisi Partai Golkar. (bmb/gbi)