Sejumlah Saksi Semakin Sudutkan Henry J Gunawan

oleh
Para saksi yang dihadirkan dalam sidang kali ini.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sebanyak empat orang saksi dihadirkan dalam sidang lanjutan atas perkara pemalsuan keterangan pernikahan dengan terdakwa Henry J Gunawan dan istrinya Iuneke Anggraini di PN Surabaya hari ini, Senin (25/11/2019).

Keempat saksi tersebut adalah dua ipar dari terdakwa Henry, Chan Hadi Purnomo dan Reinold Stevanus serta adik kandung Henry, Yunita Gunawan serta Accounting PT Gala Bumi Perkasa (GBP) Nur Huda.

Ironisnya, keempat saksi yang dihadirkan bertujuan meringankan terdakwa (a de charge) justru semakin menyudutkan terdahwa. Misalnya keterangan riwayat pernikahan yang disampaikan oleh Chan Hadi Purnomo, Reinold Stevanus serta Yunita Gunawan.

“Nikahnya tahun 1998 secara adat Chinese, waktu itu acaranya di hotel Shangrila, ada teapai, potong kue dan tukar cincin, semua keluarga hadir,” kata Yunita yang diamini saksi Chan dan saksi Reinold.

Namun saat ditanya Ketua majelis hakim Dwi Purwadi terkait adanya pernikahan resmi kedua terdakwa yang dilangsungkan menurut Agama Budha pada tahun 2011, ketiga saksi justru mengaku tidak tahu.

“Saya tidak tau,” jawab saksi Yunita, Reinold dan Chan secara bergantian.

Sedangkan waktu ditanya JPU tentang perjanjian pemisahan harta oleh kedua terdakwa, ketiga saksi juga tidak menjawab tidak mengetahuinya. “Tidak tau,” sambung ketiga saksi.

Tak hanya ketiga saksi saja yang memberatkan posisi kedua terdakwa, Keterangan Accounting PT Gala Bumi Perkasa (GBP) Nur Huda juga terlihat menyudutkan Henry J Gunawan yang tak lain majikan Nur Huda.

Dalam persidangan, saksi Nur Huda membenarkan adanya aliran dana masuk dari PT Graha Nandi Sampoerna (GNS) ke PT GBP secara bertahap, periode bulan Maret hingga 5 Juli 2010, dengan total 34,6 milliar.

“Untuk proyek Pasar Turi dan membayar retribusi ke Pemkot,” terang saksi Nur Huda.

Tak hanya itu, saksi Nur Huda juga menjawab tegas saat terdakwa Henry bertanya terkait adanya pengembalian uang ke saksi Hong Hek Soei dan saksi Teguh Kinarto. “Tidak ada,” tegasnya.

Tak puas dengan jawaban tersebut, terdakwa Henry kembali meyakinkan saksi Nur Huda, Namun kembali dijawab tegas oleh saksi sesuai dengan data yang dibawa saat bersaksi.

“Dari data kami memang tidak ada pak,” tandas saksi Nur Huda.

Terpisah, JPU Ali Prakoso mengaku keterangan empat saksi meringankan yang dihadirkan tim penasehat hukum justru menguatkan dakwaannya. Diantaranya keterangan tiga saksi yang tidak tahu kalau 2011 ada pernikahan resmi.

“Mereka taunya menikah di 1998 secara adat. Sedangkan saksi accounting PT GBP membenarkan kalau ada aliran dari dari PT GNS, sesuai dengan dakwaan kami,” terangnya saat dikonfirmasi usai persidangan. (ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.