Sekkota Surabaya: Pengalokasian Anggaran Untuk Trem Sudah Sesuai Prosedur

oleh
Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya, Hendro Gunawan.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kritikan yang disampaikan sejumlah anggota DPRD terkait munculnya anggaran Rp 18 miliar dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) akhirnya ditanggapi oleh Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya, Hendro Gunawan.

Ditemui di balaikota Surabaya, Hendro Gunawan membenarkan jika anggaran tersebut akan digunakan untuk menyewa lahan milik PT KAI. Selanjutnya lahan itu akan dibangun depo dan jalur angkutan masa cepat berupa trem.

Hendro menjelaskan, sesuai prosedur penggunaan lahan, Pemkot berkewajiban menyewa lahan yang akan digunakan untuk fasilitas umum berupa moda transportasi massal. Hal ini mengacu pada sistem administrasi keuangan negara yang berlaku sekarang ini.

“Sistem administrasinya seperti itu, jadi kita harus patuhi aturannya,” jelas Hendro Gunawan, Selasa (10/10/2017).

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) ini kemudian mencontohkan PDAM Surya Sembada yang diharuskan menyewa lahan milik Pemkot jika akan memasang pipa. Padahal, PDAM sendiri merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dimiliki pemerintah kota.

“Logikanya PDAM yang notabene milik Pemkot saja, harus menyewa lahan pemkot, apalagi antar institusi lain. Pemkot memang harus reaktivasi,” papar Hendro.

Sementara terkait pengajuan anggaran tambahan untuk proyek trem, menurutnya, pemkot memang berkoordinasi dengan Badan Anggaran(Banggar) dan Badan Musyawarah(Banmus) tanpa melalui komisi. Pemkot merasa benar, karena kedua perangkat legeslative itu, merupakan representasi seluruh unsur pimpinan.

“Kalau ada unsur pidanannya, dimana letaknya. Kita kan belum action menggunakan dana itu. Lagipula, Banmus dan Banggar kan sudah mewakili semua anggota dewan, karena disana sudah ada unsur pimpinan,” ujarnya

Hendro mengungkapkan, proyek trem sekarang sudah masuk pada tahap lelang investor. Dimana para investor yang berminat, harus mengikuti seleksi beauty contest dengan bentuk penawaran kerjasama.

Untuk itu, Pemkot menganggap perlu menyediakan dana reaktivasi, jika sewaktu-waktu proses lelang investor ini selesai dan muncul pemenangnya. Dana reaktivasi dialokasikan setelah Kementerian perhubungan (Kemenhub) benar benar tidak ada kepastian membiayai proyek trem.

“Kalau ada pemenangnya kan, kita wajib memperlihatkan barangnya. Makanya kita anggarkan dana sewa lahan,” pungkas Hendro Gunawan. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *